GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Monday, February 26 2024  - 1 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



17.01.2024 15:29:43 133x read.
INSPIRATION
Penghargaan dan Ungkapan Terimakasih (By. Theo Riyanto, FIC)

Penghargaan dan Ungkapan Terimakasih

“Penghargaan merupakan suatu hal yang sangat mengagumkan. Penghargaan menjadikan sesuatu yang hebat pada orang lain dan sekaligus menjadi milik kita juga.”
- (Voltaire) -

Dukungan yang paling dibutuhkan setiap orang adalah peng­ hargaan atau pujian. Apakah kita sering menghargai seseorang dan berterima kasih kepadanya? Apakah kita sering mengungkapkan

rasa terima kasih dan penghargaan kita kepada orang lain? Apakah kita sering memberikan pujian kepada orang lain? Untuk meningkatkan kebiasaan kita menghargai dan berterima kasih kepada orang lain, kita dapat berlatih dengan cara membuat daftar lima orang setiap hari yang kita ingin mengungkapkan terimakasih dan penghargaan kepada mereka. Ungkapan terimakasih dan penghargaan ini akan sangat bernilai jika kita ungkapkan secara pribadi dan bukan secara umum saja. Sangatlah perlu kita mengungkapkan penghargaan dan ungkapan terimakasih sesering mungkin. Tentu saja ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa terimakasih dan penghargaan kita kepada orang lain. Misalnya saja dengan segera membalas pesan dengan ucapan terimakasih, mengungkapkan terimakasih setelah menerima hasil pekerjaan orang lain, menghargai hasil pekerjaan orang lain segera setelah diselesaikannya. Pujian dan ungkapan terimakasih merupakan hal yang sangat penting untuk saling men­ dukung satu dengan yang lain.

Mengungkapkan penghargaan juga akan semakin bernilai dan tepat dengan memperhatikan kebutuhan khusus orang lain. Orang­orang yang ada di sekitar kita, staf kita, anggota kita, masing­ masing sangatlah unik. Ada orang yang ketika dimintai bantuan untuk melakukan sesuatu, dia akan segera melakukannya, bahkan melakukannya dengan sangat baik dan hasilnya memuaskan. Ada orang yang membutuhkan perhatian dan pelatihan sebelum melakukan apa yang kita minta untuk mengerjakannya. Ada yang butuh waktu lama untuk dapat mengerti apa yang harus dia lakukan bahkan mungkin membutuhkan instruksi yang berulang­ulang dan terinci. Yang lain lagi membutuhkan sanjungan atau pujian terlebih dahulu baru mengerjakan instruksi dengan baik dan benar. Masing­ masing membutuhkan perlakuan khusus dan jika pemimpin dapat melakukannya, hasilnya akan tetap sesuai dengan harapan. Sering terjadi orang yang sulit mengerti dan harus berulang­ulang diberikan arahan ternyata dapat menghasilkan prestasi yang menakjubkan juga. Jadi yang diperlukan adalah mengenali mereka dengan “kebutuhan khususnya” dan pemimpin mencoba untuk memenuhinya.

Seringkali pemimpin terlalu sibuk untuk mengerjakan banyak hal dan ingin kelihatan baik oleh orang­orang di sekitarnya dan lupa untuk memberikan perhatian dan memenuhi “kebutuhan khusus” mereka. Mereka lupa dan tidak memelihara dan mengembangkan apa yang menjadi keunikan orang­orang di sekitarnya, hanya ingin “memerintah, memberikan instruksi, membagi kerja” dan kemudian melihat hasilnya baik. Tugas kita sebagai pemimpin adalah memberikan perhatian kepada mereka dan membantu mereka agar mereka dapat bekerja secara optimal dan mencapai sasaran bersama. Sebenarnya dengan membantu agar staf atau orang­orang di sekitar kita berbuah melimpah, kita sendiri juga menikmati hasil kerja mereka yang optimal. Dengan mengembangkan mereka, kita sendiri ikut menikmati perkembangannya, sehingga kepemimpinan kita efektif dan efisien.

Salah satu cara kita meningkatkan “nilai” staf, karyawan atau orang­orang di sekitar kita adalah dengan menghargai mereka. Ketika kita menghargai mereka, mereka akan mengenali dan mengidentifikasi nilai­nilai mereka, dan mereka menjadi bergairah untuk bekerja. Kita akan melihat dengan jelas perbedaan antara staf atau karyawan yang kita berikan penghargaan dan yang tidak pernah atau jarang kita hargai, kehadiran dan kerja mereka akan sangat berbeda. Mereka yang sering mendapatkan penghargaan akan terlihat antusias dalam bekerja dan hidupnya bersinar, sedangkan yang tidak pernah kita hargai akan nampak redup dan hasilnya semakin tidak memuaskan atau hanya biasa­biasa saja. Tugas pemimpin adalah menemukan talenta, kekuatan, hal positif dari yang dipimpin, kemudian mengembangkan hal­hal itu dan menghargai mereka. Hal ini merupakan kekuatan besar yang akan berpengaruh besar kepada mereka sekaligus pada lembaga atau organisasi. Kita hendaknya mencari dan menemukan berbagai cara untuk membuat setiap staf, karyawan, dan orang­orang di sekitar kita berbuah. Mereka yang merasa nyaman dengan diri mereka akan mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Mereka lebih loyal kepada pimpinan dan hanya sedikit sekali menghadapi kesulitan. Mereka menjadi lebih kreatif dan karena itu pekerjaannya memuaskan.

Tentu saja penghargaan hendaknya diberikan tepat pada waktunya dan dilakukan secara benar. Sebagai pemimpin pertama­ tama kita hendaknya menunjukkan posisi, tanggung jawab, tugas dan kekuatan kita terlebih dahulu, sebelum kita menunjukkan “kemanisan” kita sebagai pribadi dan dalam kepemimpinan. Sebab jika kita menunjukkan “kemanisan” kepemimpinan kita terlebih dahulu mereka akan “melewati” atau “mengalahkan” kita. Pertama­-tama kita harus mendapatkan penghargaan dan respek terlebih dahulu dari mereka sebagai pemimpin. Tanpa respek dari mereka, penghargaan kita kepada mereka tidak akan memperoleh nilai apapun.

Mengungkapkan rasa terima kasih tidak perlu ditunda­tunda, hendaknya langsung setelah kita menerima sesuatu dari orang lain. Menerima sesuatu di sini tidak harus berupa benda, namun juga perhatian, cinta, bantuan, pelayanan, dan lain sebagainya. Jangan sampai kita menunggu sampai kita membutuhkan mereka lagi baru mengungkapkan rasa terimakasih. Yang perlu dilakukan juga adalah mengingat orang­orang yang telah memberikan, membagikan, membantu, bekerja untuk dan bersama kita. Lebih­lebih mereka yang sudah pensiun, kalau kita mengingat mereka dengan mengirim kartu terima kasih, kartu ucapan selamat pada peristiwa­peristiwa tertentu dan kadang mengundang kehadiran mereka, hal ini pasti akan memberikan kesan tersendiri dan sejauh masih dimungkinkan mereka akan mendukung dan berbuat baik untuk kita.

Cara lain untuk menghargai orang lain adalah dengan menaruh kepercayaan kepada mereka. Kepercayaan ini diberikan misalnya dengan cara setelah kita meminta mereka untuk mengerjakan sesuatu yang penting dan memberikan instruksi dengan jelas biarkan mereka mengerjakannya dengan caranya sendiri. Pemimpin mempercayai insting, kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang mereka miliki. Ingatlah bahwa salah satu tugas utama pemimpin adalah memberikan arahan kepada orang lain secara jelas. Memilih orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan tertentu dan membiarkan mereka mengerjakan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Jangan terlalu banyak intervensi. Intervensi kita hanya akan mengganggu mereka dalam melakukan pekerjaan yang kita berikan, kecuali mereka mengalami kesulitan dan kita datang memberikan bantuan seperlunya. Jikalau kita membiarkan orang lain mengerjakan sesuatu yang kita minta, mereka justru akan berusaha lebih keras. Tugas kita adalah mengapresiasi dan mendukung pekerjaan yang sedang mereka kerjakan. Pegawai yang baik dan kuat pun tetap membutuhkan dukungan dan dorongan. Ingatlah mereka yang kuat kalau dibebani pekerjaan yang berat dan jatuh, yang rugi adalah pemimpin sendiri. Oleh karena itu mereka yang kuat pun tetap harus kita dukung dan topang.

Sekali lagi penghargaan terhadap orang lain merupakan salah satu cara untuk menerima mereka dengan tangan terbuka dan sepenuhnya. Hal ini hendaknya dilakukan terus­menerus. Pegawai sebaik apapun, harus terus­menerus diasah kepribadian dan kemampuannya. Tugas pemimpin adalah memberikan kesempatan mereka untuk mengasah diri, menyegarkan diri agar tetap dan bahkan semakin lebih baik dan cemerlang kinerja mereka. Secara singkat dapat dikatakan kita secara jujur hendaknya mengakui dan menyambut mereka dengan tulus, menerima dengan penuh keramahan, membanggakan, mencintai, menghormati, dan meng­ hargai mereka.

Bersamaan dengan kita menghargai orang lain, kita juga perlu “menghargai” diri kita sendiri dan juga sumbangan kita terhadap orang lain dan lembaga atau organisasi yang sedang kita pimpin. Kita hendaknya dengan jujur tanpa harus dengan kesombongan diri menghargai apa yang telah kita kerjakan, hasil yang telah kita capai. Pemimpin itu dibutuhkan oleh lembaga atau organisasi kita. Pemimpin itu penting. Kita dibutuhkan dan bahwa kita ini penting. Bagaimanapun kita juga membutuhkan kesempatan untuk maju dan berkembang, semakin menjadi lebih baik, dan hal ini membutuhkan juga penghargaan terhadap diri sendiri secara jujur dan sehat serta juga membutuhkan penghargaan dari orang­orang di sekitar kita.

Menghargai diri sendiri sangat dibutuhkan dalam usaha me­ ngembangkan kecerdasan perasaan kita. Menghargai diri sendiri merupakan prasyarat utama untuk dapat hidup bahagia, sehat, dan sukses. Memiliki penghargaan diri yang tinggi pada diri sendiri memampukan diri kita juga memberikan penghargaan diri yang tinggi kepada orang lain. Kita juga secara tulus menerima dan memahami orang lain, juga kalau mereka sangat berbeda dengan diri kita.

Penghargaan diri yang sehat juga membantu kita mampu mengukur kekuatan dan kelemahan kita secara akurat. Kita juga dengan lapang dada menerima masukan dari orang lain. Kita tidak takut menerima masukan orang lain karena kelemahan­ kelemahan diri. Penghargaan diri merupakan ukuran langsung yang menunjukkan bahwa kita “oke” dan nyaman dengan diri sendiri. Dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang positif, aktif, dan produktif.

Menerima dan menghargai orang lain adalah tentang bagai­ mana kita menerima dan menghargai orang lain sebagaimana mereka berada. Kita menerima dan menghargai mereka se­ bagaimana adanya mereka tanpa persyaratan apa pun. Menerima dan menghargai orang lain sangat penting untuk memelihara suatu hubungan atau relasi yang sehat, produktif, dan penuh kasih sayang.

Kalau kita memandang atau menilai rendah orang lain, hal ini memberikan kecenderungan pada kita untuk senang mengadili, suka mengkritik, menolak, tidak percaya, dan tidak menghargai mereka. Sikap kita yang memandang atau menilai rendah orang lain akan menyulitkan kita untuk dapat dengan tepat menyadari orang lain dengan segala keberadaannya, sulit untuk memahami perasaannya dan tentu saja sulit untuk membangun relasi yang sehat dengannya.

Penghargaan kepada orang lain terwujud pada kualitas tang­ gapan kita terhadap mereka. Semakin kita menghargai seseorang, semakin berkualitas dalam menanggapinya. Kemampuan meng­hargai orang lain, menolong kita untuk semakin mengakui dan menghargai bahwa orang lain “Oke” dengan diri mereka sendiri dan kita merasa nyaman bersama mereka. Relasi dan komunikasi yang baik, merasa nyaman dalam berhubungan tanpa merasa ada jarak atau perasaan negatif akan meningkatkan kinerja bersama.

Kita seringkali mencampuradukkan antara keberadaan se­ seorang dengan yang mereka lakukan, kita sering menanggapinya secara serampangan. Kita sering mencampuradukkan antara ke­ pribadian dengan perilaku, pandangan dan sikap tertentunya. Kita harus benar­benar membedakannya karena tanggapan yang tepat sangat diperlukan. Apa yang dilakukan atau diperbuat orang lain mungkin dapat kita adili, kita tolak atau tentang, tetapi keberadaannya, pengalamannya, perasaannya hanya dapat kita terima. Seperti ungkapan, “bencilah perbuatan dosanya, tetapi jangan orangnya!”

Kita dapat menilai diri kita sendiri apakah kita sudah terampil membedakan antara pribadi seseorang dengan perbuatannya. Jika kita sering mengatakan, “Saya tidak menyukai Suga!” Gantilah ungkapan ini dengan mengatakan, “Saya tidak menyukai apa yang telah Suga perbuat terhadap saya!” Jadi kita tidak membuat pernyataan tentang atau keberadaan seseorang, namun mengenai perbuatan tertentunya. Kalau kita sudah terbiasa demikian berarti kita sudah terampil membedakan antara yang diperbuat dengan pribadinya. Belajarlah untuk tetap menerima pribadi seseorang walau pun kita tidak menyetujui atau menyukai perbuatan­perbuatan tertentunya.








^:^ : IP 9.9.7.1 : 1 ms   
BROTHERS FIC
 © 2024  http://brothers-fic.org//