GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Sunday, October 17 2021  - 2 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



20.05.2021 14:24:04 1005x read.
INSPIRATION
MISKIN (Ibu Teresa dari Calcuta)

MISKIN (Ibu Teresa dari Calcuta)

 

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saduaraKu  yang paling hina ini, kamu telah melakukan –Nya untuk Aku. (Mat 25:40)

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (Mat 25:42-43)

RENUNGAN:

Allah telah menyamakan diri-Nya dengan mereka yang lapar, sakit, telanjang, tuna wisma. Yang lapar bukan hanya karena tidak makan, melainkan juga lapar akan cintakasih, akan perhatian, untuk menjadi seseorang yang berguna dan berarti bagi orang lain; telanjang bukan hanya dari pakaian saja, tapi telanjang akan belas kasih, yang biasanya diberikan kepada orang lain yang tak dikenal; tuna wisma, bukan hanya tak memiliki rumah dari tembok tetapi karena tak berteman. Marilah kita semua, yang mau menjadi anak-anak Allah sejati, pembawa cintakasih, marilah kita mencintai satu sama lain seperti Allah telah mencintai kita, karena Yesus telah bersabda, cintailah satu sama lain seperti Aku telah mencintaimu.

Kemiskinan rohani di dunia Barat adalah jauh lebih parah dari kemiskinan jasmani di dunia ketiga. Di negara-negara Barat, jutaan orang menderita karena sangat kesepian dan merasa hampa. Mereka merasa tidak dicintai dan tidak disukai lagi.

Orang-orang tersebut tidak lapar secara jasmani tetapi kelaparan dalam arti yang lain. Mereka tahu bahwa mereka membutuhkan sesuatu yang lebih berharga daripada uang, tetapi mereka tidak tahu apakah itu. Mereka sebenarnya kehilangan hubungan dengan Allah.

Saat ini, kaum miskin lapar akan roti dan nasi---dan lapar akan cinta kasih dan Sabda Allah yang hidup. Kaum miskin merasa haus akan air dan kedamaian, kebenaran dan keadilan. Kaum miskin adalah tuna wisma yang tidak mempunyai tempat bernaung dari batu bata dan seseorang yang dapat mengerti untuk melindungi dan mencintai mereka. Kaum miskin adalah mereka yang telanjang---butuh pakaian, butuh harga diri manusia dan belas kasih bagi para pendosa.  Mereka sakit butuh pengobatan dan butuh sentuhan halus serta senyuman hangat. Mereka yang dikucilkan, tak dikehendaki, tak dicintai, kaum alkoholis, yang sekarat, yang ditinggalkan, yang kesepian, yang terbuang tak boleh disentuh, penderita lepra, mereka semua  yang merupakan suatu beban magi masyarakat, mereka yang putus asa, kehilangan harapan dan percaya diri, yang tak pernah tersenyum lagi, yang tak pernah merasakan lagi kehangatan cinta dan persahabatan, mereka menantikan pertolongan dan hiburan kita. Jika kita memalingkan diri kita terhadap mereka, berarti kita memalingkan diri kita terhadap Kristus, dan pada waktu kita mati, kita akan diadili apakah kita mengenal Kristus di dalam diri orang-orang itu, apa yang telah kita perbuat untuk menolong mereka. Di sana hanya ada dua jalan, “Marilah” atau “Enyahlah”.

Karena itu, saya menghimbau Anda semua, miskin atau kaya, tua atau muda, untuk memberikan tanganmu guna melayani Kristus didalam kaum miskin dan hatimu untuk mencintai Kristus dalam mereka. Mungkin mereka jauh atau dekat, miskin jasmani atau miskin rohani, lapar akan cinta kasih dan persahabatan, kurang mengenal kayanya cinta Allah kepada mereka, tuna wisma karena menghendaki rumah yang dibuat dari cintakasih berasal dari hati Anda. Dan karena , cinta itu mulai di rumah tangga kita sendiri, mungkin Kristus lapar, telanjang, sakit, dan tunawisma di dalam hati Anda sendiri, dalam negara di mana Anda hidup, di seluruh dunia.

 

SIAPAKAH KAUM MISKIN ITU?

 

Kaum miskin adalah orang-orang miskin baik secara jasmaniah dan rohaniah.

Kaum miskin adalah orang-orang lapar dan haus.

Kaum miskin adalah orang-orang yang membutuhkan pakaian.

Kaum miskin adalah orang-orang yang tuna wisma dan gelandangan tanpa tempat tinggal.

Kaum miskin adalah orang-orang yang sakit.

Kaum miskin adalah orang-orang yang cacat fisik  maupun mental.

Kaum miskin adalah orang-orang yang lanjut usia.

Kaum miskin adalah orang-orang yang di penjara.

Kaum miskin adalah orang-orang yang kesepian.

Kaum miskin adalah orang-orang yang kurang pengetahuan dan tanpa kepastian hidup, diabaikan dan dicurigai.

Kaum miskin adalah orang-orang yang sedih.

Kaum miskin adalah orang-orang yang tak bahagia dalam hidupnya.

Kaum miskin adalah orang-orang yang tidak berdaya.

Kaum miksin adalah orang-orang hukuman dan buronan.

Kaum miskin adalah orang-orang yang tak diperlakukan secara adil.

Kaum miskin adalah orang-orang yang kasar, tidak sopan.

Kaum miskin adalah orang-orang yang pemarah.

Kaum miskin adalah orang-orang yang berdosa dan murtad.

Kaum miskin adalah orang-orang yang bersalah kepada kita.

Kaum miskin adalah roang-orang yang tak dikehendaki, sampah masyarakat.

Kaum miskin bagaimanapun juga adalah KITA Sendiri.

 

Kristus datang ke dunia ini untuk meletakkan kemurahan hati pada tempatnya yang tepat:

Ibu Teresa yakin bahwa seperti kita berjumpa dengan Kristus dalam roti Ekaristi yang dipecah, kita bertemu dengan Kristus yang sama, yang seakan-akan pecah di dalam tubuh dan jiwa para gelandangan dan kaum miskin.

Dipandang dari sudut ini setiap orang miskin adalah sangat berharga. Mereka bukan banya obyek yang patut dikasihani—yang kita bantu karena mereka “kurang dari kita”. Setiap orang miskin adalah “insan yang mengagumkan”. Yesus begitu mencintainya sehingga Dia menyamakan diri-Nya dengan para gelandangan, kaum miskin, mereka yang merupakan sampah masyarakat. Dengan mengenali Dia dalam diri mereka kita memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenali diri mereka sendiri yang terdalam.

 

Doa:

Tuhan, lepaskanlah aku dari rasa tak peduli dan ketidakacuhan akan keadaan buruk kaum miskin. Ketika aku menemukan Engkau kelaparan, haus, atau sebagai orang asing, tunjukkanlah jalan supaya aku dapat memberi-Mu makanan atau menghilangkan haus-Mu atau menerima-Mu di rumahku- dan di dalam hatiku. Tunjukkanlah kepadaku bagaimana aku dapat melayani-Mu di dalam diri saudara-Mu yang paling hina ini.








^:^ : IP 9.9.5.1 : 2 ms   
BROTHERS FIC
 © 2021  http://brothers-fic.org//