GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Monday, June 27 2022  - 1 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



04.02.2022 17:56:50 642x read.
INSPIRATION
Memimpin adalah Melayani (Oleh: Bro. Theo Riyanto, FIC)

Memimpin adalah Melayani

(Oleh: Bro. Theo Riyanto FIC)

Sebenarnya orang akan merasa bermakna jikalau dapat melayani orang lain. Melayani orang lain merupakan cara kita untuk bermakna sekaligus juga berbahagia. Bahagia adalah soal kita menerima sesuatu dari orang atau pihak lain, sedangkan bermakna adalah soal kita memberi atau berbuat sesuatu kepada orang lain. Manjadi seorang pemimpin juga pada hakikatnya melaksanakan amanah untuk melayani orang lain. Jika kita ingin memimpin, kita hendaknya belajar untuk melayani.

Sudah sejak jaman dahulu kala banyak pembelajaran yang mengajarkan tentang kepemimpinan yang adalah melayani. Misalnya, seorang Filsuf Plato menyatakan bahwa hendaknya kita memerintah demi keuntungan atau kebermanfaatan bagi yang dipimpin. Dalam buku “I Ching” disebutkan bahwa “Mengatur yang sesungguhnya adalah melayani”. Santo Fransiskus Asisi mengatakan bahwa “dalam pemberian kita menerima”. Dalam buku “Upanishads” disebutkan juga bahwa untuk menjadi bahagia kita hendaknya memberikan diri. Dan Yesus Kristus mengajarkan bahwa yang terbesar di antara kita adalah yang melayani. Jesus membasuh kaki para murid-Nya. Dia telah memberikan teladan bahwa pelayanan merupakan inti kepemimpinan. Dan sampai sekarang ini ajaran dan teladan tersebut masih sangat relevan dan menjadi prinsip dalam kepemimpinan.

(Bros: Robertus Kuncoro (left) and Yohanes Sugiyono (right) helping bro. Salvinus to join eucharist celebration)

Kepemimpinan merupakan keterampilan yang menuntut kompetensi, kapasitas, dedikasi, dan pengalaman. Kita belajar memimpin dengan menjadi pemimpin, entah pemimpin dalam sekala besar atau kecil. Dengan belajar memimpin kita memiliki pengalaman dan berkesempatan mengasah kapasitas dan dedikasi kita. Setiap individu merupakan bagian dari keseluruhan yang ada, tidak ada satupun yang tinggal sendirian. Begitu juga seorang pemimpin merupakan bagian dari keseluruhan, oleh karena itu melibatkan semua dan menempatkan setiap orang sesuai dengan kemampuan masing-masing pribadi dan kebutuhan organisasi atau lembaga dengan visi dan misinya merupakan hal yang sangat penting. Tugas pemimpin adalah menjadikan masing-masing pribadi yang dipimpinnya semakin menjadi besar, semakin meningkat kualitasnya. Itulah pentingnya mengenali mereka yang kita pimpin dan kemudian memberikan kesempatan mereka untuk berkembang, semakin menguasai tugas dan pekerjaan mereka, semakin meningkat kontribusinya terhadap organisasi atau lembaga.

Untuk menjadi pribadi dan seorang pemimpin yang menarik dan melayani, beberapa hal berikut perlu kita perhatikan: 1) Mudah ditemui. Mereka yang dipimpin hendaknya merasakan atau mengalami bahwa pemimpinnya selalu ada bagi mereka. Pemimpin yang mudah ditemui, dihubungi, dimintai pendapat, dimintai petunjuk, dimintai pertolongan dan lain sebagainya. Pemimpin hadir pada saat dibutuhkan anggota atau mereka yang dipimpin. Mereka merasa dekat, tetapi tetap memiliki respek dan penghargaan yang wajar dan hal ini akan menciptakan kerja tim yang handal. Pemimpin mempengaruhi dan memotivasi yang dipimpin dengan kehadiran dan sapaannya. Ketika ada masalah atau menghadapi kesulitan pemimpin hendaknya berdiri paling depan untuk mengatasinya, tetapi sekaligus juga menunjukkan ketenangannya, sehingga mereka yang dipimpin merasa tenang dan sekaligus juga berani menghadapi kesulitan dan ikut mengatasi masalah yang ada. 2) Satunya perkataan dan perbuatan. Intinya adalah memimpin melalui keteladanan. Banyak peraturan dibuat namun tidak dilaksanakan sendiri akan menimbulkan ketidakpatuhan mereka yang dipimpin. Banyak perkataan nasihat tanpa melaksanakan sendiri akan menimbulkan ketidakpercayaan anggota. Banyak bicara tanpa perbuatan akan menciptakan kesan pada mereka yang dipimpin bahwa pemimpinya hanya pandai berbicara tetapi tidak pandai melakukannya. Teladan akan memengaruhi orang lain secara menakjubkan dibandingkan dengan ribuan kata-kata. 3) Susun visi, misi dan sasaran yang jelas. Salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah mengartikulasikan misi dan hal-hal mendukung pencapaiannya. Pemimpin harus merumuskan sasaran secara jelas dan mendorong untuk meraihnya.  Yang dipimpin harus memiliki keyakinan bahwa pemimpinnya paham benar jalan atau cara untuk mencapai sasaran tersebut.

(L-R: Bro. Thomas Chikoti, Antonius Karyadi, and Valentinus Daru S., on their joyful conversation)

Kalau kita ingin membangun sesuatu menjadi besar, bangunlah manusianya, bukan semata-mata pada sistem dan teknologinya. Pembangunan manusia jauh lebih penitng dan menentukan daripada pembangunan sistem dan alat-alatnya. Sebagai pemimpin hendaknya kita mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Hendaknya kita mempersiapkan calon-calon pemimpin baru yang siap menggantikan kita. Dengan lahirnya pemimpin-pemimpin baru maka organisasi atau lembaga akan semakin kuat dan tetap berkembang. Yang dibutuhkan suatu organisasi atau lembaga sebenarnya adalah kekuatan manusianya, kualitas sumber daya manusianya, kekuatan pemimpin-pemimpin barunya.

Sebagai pemimpin yang menarik dan melayani kita hendaknya terampil berkomunikasi, lebih-lebih untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keperluan orang-orang yang kita pimpin. Kita hendaknya berpikir tentang apa kebutuhan mereka dan mencoba untuk membantunya agar kebutuhan mereka terpenuhi. Kemajuan suatu organisasi atau Lembaga itu ditentukan oleh seberapa besar kita semua, pemimpin dan yang dipimpin memiliki kepercayaan dan keyakinan tentang sasaran, cara dan lebih-lebih kerjasama satu terhadap yang lainnya. Pemimpin yang baik dapat dinilai juga dari kemampuannya untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Ketika mereka yang kita pimpin mengalami dan mengetahui betapa pemimpinnya penuh perhatian kepada mereka, mereka akan percaya dan mendukung sepenuhnya. Sebaliknya jikalau pemimpin hanya menaruh perhatian pada tugas, pekerjaan dan fungsi semata, namun tidak memberikan perhatian pada mereka dan keluarganya, maka mereka menjadi kurang percaya, kurang loyal, dan tidak terlibat sepenuhnya.

(*Bros: Agustinus Mujiya, Kuntjoro and Valent Pardi are washing the dishes. after having supper together)

Dalam bidang kehidupan apapun kalau kita ingin meningkatkannya, jalan yang terbaik adalah dengan melayani. Jika kita ingin agar tanaman kita bertumbuh, kita harus rajin menyirami dan memupuknya. Jika kita ingin agar anak-anak rajin membaca, kita hendaknya sejak mereka kecil kita rajin membacakannya untuk mereka dan kemudian memberi contoh rajin membaca. Ketika kita mendapatkan amanah memimpin, maka pertama-tama kitalah yang harus memberi, termasuk di dalamnya memberikan perhatian kepada mereka yang kita pimpin. Tanggungjawab pemimpin yang melayani adalah tanggungjawab untuk menjadi penolong, menjadi pelayan, lebih-lebih kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

 

Kita hendaknya berkeyakinan bahwa jikalau kita benar-benar hendak melayani, komunikasi dan pesan kita pasti akan terdengar lantang dan jelas kepada mereka yang kita pimpin. Sikap ini menunjukkan bahwa kita lebih berpusat pada diri orang lain daripada kepada diri sendiri. Apa yang dapat kita lakukan untuk orang lain dan bagaimana caranya? Pertanyaan ini akan menghubungkan kita dengan cepat dengan orang-orang yang sedang kita ajak berkomunikasi. Mereka juga akan terhubung dengan sangat cepat dan mengerti dengan jelas pesan yang kita sampaikan. Semakin pemimpin memahami yang dipimpin dan memberikan perhatian kepada mereka, membantu permasalahan atau kesulitan mereka, melayani mereka, maka mereka akan loyal dan mendukung pemimpin sepenuhnya.








^:^ : IP 9.9.3.85 : 1 ms   
BROTHERS FIC
 © 2022  http://brothers-fic.org//