GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Friday, May 29 2020  - 14 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



02.03.2020 18:21:17 571x read.
INSPIRATION
Doa Kontemplatif Maria.

Doa Kontemplatif Maria (diambil dari buku: Menggapai Tuhan dalam Doa dan Hidup Sehari-hari, bab 3, Theo Riyanto, FIC)

Kita dapat meneladan Bunda Maria dalam berdoa

dan dalam melaksanakan doa kontemplatif. Meneladan

bagaimana Bunda Maria “menyimpan dalam hati” segala

sabda-Nya dan perkara. Juga Bunda Maria sebagai Ibu

Dukacita. Bunda Maria begitu intim dengan Tuhan, di mana

ia menerima segala kehendak cinta kasih Tuhan, termasuk

pada saat-saat yang paling menyedihkan. Ia tidak takut,

namun terus melakukan dialog intim dengan Tuhan. Atas

segala sesuatu yang terjadi di dalam dirinya, Bunda Maria

selalu menyimpannya di dalam hati, merenungkannya, dan

berusaha menemukan kehendak Tuhan di dalamnya.

Bunda Maria sungguh-sungguh merupakan teladan

bagi jiwa-jiwa pendoa. Ia sungguh menyadari keberadaannya

sebagai seorang pribadi dan seluruh gerak hatinya untuk

mampu memahami dan melaksanakan kehendak Tuhan

Yang Mahakasih yang bersemayam di dalam dirinya.

Itulah sebabnya jiwanya begitu sederhana dan rendah hati.

Menyadari bahwa dirinya penuh rahmat, Bunda Maria

tidak hidup dalam “permukaan” kemanusiaannya saja,

tetapi lebih mendalam, di dalam kedalaman keberadaannya

sebagai manusia ciptaan Allah Yang Mahakasih. Setiap saat

dalam peziarahan hidup dan imannya, ia selalu kembali ke

dalam hati dan merenungkannya dengan penuh iman dan

kasih. Ia selalu menyerahkan diri penuh iman kepercayaan

kepada kehendak Tuhan. Bunda Maria merenungkan

secara mendalam segala sesuatu di dalam hatinya. Ia hidup

di dalam hatinya secara begitu mendalam, sehingga mata

tidak dapat mengikutinya.

Seluruh sikap dan tindakan Bunda Maria digerakkan

dari perenungannya yang mendalam di dalam hatinya. Hal

ini tampak salah satunya pada kehidupan Bunda Maria di

saat menerima Kabar Gembira bahwa ia akan mengandung

Sang Penyelamat dan saat kelahiran Sang Putra. Ia dipilih

Tuhan untuk menjadi tempat tinggal-Nya. Ia siap sedia

untuk segala sesuatu yang akan terjadi pada dirinya

seturut kehendak Tuhan. Segala sesuatunya ia bawa dalam

perenungannya di hadapan Tuhan, segala sesuatunya ia

bawa dalam doa dari hati ke hati dengan Tuhan. Hal ini

tidak membuat Bunda Maria hanya tinggal di dalam situasi

berdoa, karya kontemplasi, namun ia mampu juga berkarya

secara aktif dengan mengunjungi Bunda Elisabet melewati

pegunungan di Yudea (Lukas 1:39). Ketekunan berdoa

tidak akan menghambat dan mengurangi karya belas kasih,

justru akan memperkuat dan memberikan makna yang

lebih mendalam. Karya belas kasihnya menjadi suatu kabar

gembira, sebagai suatu karya keselamatan. Bunda Maria

meneladan Tuhan Yesus dan melaksanakan kehendak-

Nya melalui doa-doanya. Doanya selalu, “Aku ini hamba

Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” (Lukas

1:38). Seperti yang juga disampaikan oleh Tuhan Yesus:

“Ya Bapa, Aku datang untuk melaksanakan kehendak-Mu”

(bdk. Ibrani 10:7). Kedua tanggapan terhadap kehendak

Allah Bapa ini merupakan ungkapan dari sikap jiwa yang

sama, kesiapsediaan penuh cinta kasih untuk melaksanakan

kehendak Tuhan. Bunda Maria sungguh merupakan

teladan kita dalam ketekunan mencari dan menemukan

kehendak Tuhan, dan teladan kita dalam berdoa penuh

iman kepercayaan secara tekun untuk menemukan dan

melaksanakan kehendak Tuhan dalam keseharian hidup

kita.

 








^:^ : IP 3.230.154.129 : 1 ms   
BROTHERS FIC
 © 2020  http://brothers-fic.org//