GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Sunday, September 22 2019  - 10 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



02.09.2019 16:38:52 70x read.
INSPIRATION
Bersyukur itu Indah. (Theo Riyanto, FIC)

 

Bersyukur.

Perasaan bersyukur bukanlah suatu tanggapan pasif terhadap hal-hal yang telah diberikan kepada kita. Rasa syukur timbul karena kita memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap hal-hal yang diberikan atau dianugerahkan kepada kita. Menyadari benar-benar segala sesuatu yang hidup dan hadir di dalam dan di luar diri kita. Rasa syukur tidak harus ditunjukkan setelah kita mengalami sesuatu, atau setelah kita menerima sesuatu. Rasa syukur merupakan suatu sikap di kedalaman diri, sikap penuh perhatian bahwa kita mengerti dan secara setimbang menerima anugerah yang sama dalam kehidupan ini. Pada hakikatnya, kita semua adalah sama di hadapan Tuhan dan alam semesta.

Rasa syukur atau bersyukur adalah suatu perasaan dan sikap pengakuan betapa beruntungnya kita telah menerima, sedang menerima, atau akan menerima sesuatu. Bersyukur adalah perasaan penuh terima kasih yang hangat kepada alam semesta atau kepada seseorang. Seseorang yang bersyukur adalah berterima kasih dan merasa cukup atas hal-hal yang telah dimiliki, dan tidak ingin mencari yang lebih lagi. Dia merasa cukup dengan hal-hal yang telah dialami dan dimiliki. Sayangnya, banyak di antara kita yang mengalami bahwa rasa syukur itu berkaitan dengan perasaan-perasaan yang kompleks, mungkin sebagai hasil dari pelatihan menulis terima kasih sewaktu masih kanak-kanak, atau untuk mengucapkan terima kasih atas sesuatu yang kita tidak inginkan. Hal-hal seperti ini membuat kita sulit untuk mengungkapkan rasa syukur dan bahkan sering kali membuat kita merasa aneh terhadap rasa berterima kasih atau rasa syukur.

Dalam bahasa Inggris, bersyukur, “gratitude” berasal dari kata “gratia” yang berarti berkat, keanggunan atau keramahan, atau bersyukur, tergantung pada konteksnya. Dalam arti tertentu, “gratitude” berarti ketiga-tiganya: berkat, keanggunan atau keramahan, dan bersyukur. Bersyukur adalah suatu perasaan penuh terima kasih. Bersyukur mungkin terarah kepada seseorang atau sesuatu secara khusus yang telah berbuat baik kepada kita, mungkin memberi kita hadiah, atau secara umum kita bersyukur karena anugerah alam semesta, kepada Tuhan, atau kepada segala sesuatu dalam kehidupan ini.

Bersyukur merupakan apresiasi penuh rasa terima kasih terhadap hal-hal yang telah diterima, entah yang dapat disentuh atau tidak dapat disentuh. Dengan rasa terima kasih atau syukur, seseorang mengakui kebaikan dan keindahan di dalam hidupnya. Seseorang kemudian memahami bahwa sumber kebahagiaan yang dia alami sebagian besar berasal dari luar dirinya. Bersyukur membantu seseorang untuk membangun relasi yang lebih luas daripada mereka sendiri secara perseorangan, entah itu sesama manusia, alam semesta, atau pun kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi lainnya. Psikologi Positif menyatakan bahwa rasa syukur atau bersyukur sangat kuat dan konsisten berkaitan dengan semakin besarnya rasa bahagia. Bersyukur membantu orang untuk lebih memiliki perasaan-perasaan yang positif, mengalami pengalaman-pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan baik mental dengan bijak, serta membangun relasi yang kuat. Banyak penelitian juga yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara bersyukur dan kesejahteraan perseorangan. Semakin kita bersyukur, semakin kita merasa bahagia dan sejahtera.

Penelitian yang lain menunjukkan bagaimana bersyukur atau berterima kasih dapat meningkatkan kualitas relasi antara seseorang dengan sesama, alam semesta, dan Tuhan. Misalnya, pasangan hidup yang terbiasa saling bersyukur atau berterima kasih, tidak hanya akan merasa lebih positif dan nyaman terhadap pasangannya, namun juga lebih merasa nyaman mengungkapkan tanggung jawab dan kewajiban mereka masing- masing dalam membangun keluarga. Pimpinan yang terbiasa mengucapkan “terima kasih” kepada mereka yang bekerja bersamanya, karyawannya merasa termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi. Berterima kasih atau bersyukur berkaitan dengan kematangan emosional, sebab bisa saja orang terbiasa bersyukur, namun tetap kurang mengalami kesejahteraan dan tidak mengalami kepuasan hidup yang maksimal.

Apakah kita harus bersyukur dan mengungkapkan terima kasih kita pada situasi seperti berikut? Antara lain:
Kita baru saja menerima suatu hadiah yang sungguh kita harapkan dan senangi dari sahabat atau saudara.

Harapannya jawaban kita adalah kita merasa bersyukur dan juga mengungkapkan rasa syukur kita!

Saudara atau sahabat kita yang sedikit “nyentrik” memberi- kan suatu hadiah yang kurang kita sukai, misalnya baju yang model dan warnanya tidak pernah kita kenakan, atau sebuah buku yang tema dan pengarangnya tidak kita sukai. Kita hendaknya mengucapkan syukur kita: Dia telah memberikan sebuah hadiah, walaupun hadiah itu bukan pilihan pertama kita. Kita selalu dapat memberikan hadiah tersebut kepada seseorang yang menyukai atau membutuhkannya di kemudian hari. Kita juga dapat bersyukur, untuk jerih payah serta pengurbanan waktu dan uangnya yang telah digunakan untuk mencari dan membeli hadiah tersebut, jika bukan bersyukur pada hadiah yang telah dia berikan kepada kita.

Kita mendapatkan hadiah karena undian atau “doorprize”: Kepada siapa hendaknya kita bersyukur? Tetapi di lain pihak kita juga tidak dapat mengklaim bahwa kita berhak memperoleh undian atau “doorprize” tersebut. Perasaan bersyukur kepada dunia yang ramah dan baik kepada kita, menjadi berkat melimpah dalam kehidupan kita.

Ketika berurusan dengan suatu instansi swasta atau pemerintah, seseorang sangat membantu kita. Sebenarnya mereka hanya melakukan pekerjaan rutin mereka, tetapi yang mereka lakukan sungguh membuat urusan kita menjadi lebih mudah dan prosesnya lancar. Lagi, perasaan bersyukur dapat menjadi berkat. Bersyukur juga dapat menjadi berkat karena dapat membuat seseorang yang telah membantu kita dapat merasakan bahwa pekerjaan mereka sangat membantu orang lain. Sehingga dengan demikian, membuat mereka ingin melakukan lagi, entah kepada kita atau kepada orang lain.

Kehidupan kita baik. Pada umumnya kita berbahagia dalam hidup, telah memiliki anak-anak yang sehat dan yang sangat kita kasihi, serta rezeki yang cukup melimpah. Kita merasa bahwa kita telah berusaha dan wajar untuk memperolehnya. Kita telah bekerja keras untuk keberhasilan kita, dan tidak ada seorang pun yang berterima kasih kecuali diri kita sendiri. Kita bersyukur karena kerja keras kita telah mendapatkan hadiah atau imbalannya (anak-anak yang sehat, rezeki yang cukup).

Seseorang yang bersyukur kurang lebih sama dengan seseorang yang merasa berutang pada dunia. Mereka mendapatkan semacam hadiah untuk dapat menikmati dan menghargai hal-hal yang mereka miliki. Hal inilah yang membuat mereka mendapatkan banyak teman dan rekan. Rasa syukur juga memiliki atau memberikan keuntungan-keuntungan praktis. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bersyukur cenderung menunjukkan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan yang lebih dan memiliki kesehatan mental yang baik. Mereka merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan hidup mereka. Mereka dapat tidur nyenyak. Pernyataan syukur kepada mereka yang memberikan sesuatu kepada kita, entah itu karena keluar dari kebaikan hati mereka atau karena kewajiban mereka, menjadikan mereka merasa nyaman sebagai pribadi yang baik dan meningkatkan harga diri mereka. Rasa syukur juga meningkatkan ikatan sosial dan mempromosikan tindakan-tindakan sosial di antara kita. Rasa syukur membuat orang lain juga ingin menunjukkan rasa syukur. Orang-orang yang bersyukur cenderung ingin membalas kemurahan hati, tidak hanya kepada yang telah berbaik hati kepada mereka, tetapi juga kepada yang lainnya. Jadi, perasaan dan pernyataan rasa syukur menolong kita dan orang-orang di sekitar kita merasa baik dan nyaman, dan menghasilkan perasaan-perasaan yang positif dan baik, sehingga ingin menebarkan ke lingkungan yang lebih luas dan kepada lebih banyak orang lagi.

Bagaimana pun, keterampilan mengucapkan terima kasih kepada orang lain dengan tulus merupakan suatu keterampilan sosial yang tinggi. Kalau kita jujur dan mudah mengungkapkan rasa terima kasih, orang-orang lain tertarik kepada kita dan membantu kita menciptakan pertemanan yang baik. Kemampuan bersyukur dan berterima kasih merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan untuk menggapai kebahagiaan sejati dan kesejahteraan hidup.








^:^ : IP 18.206.48.142 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2019  http://brothers-fic.org//