GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Monday, November 18 2019  - 13 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



31.10.2019 15:53:20 72x read.
INSPIRATION
Bersyukur dan Mengasihi (dari buku Bersyukur itu Indah).

Bersyukur dan Mengasihi (dari buku Bersyukur itu Indah)

Bagaimana pun, disadari atau tidak disadari, sepanjang perjalanan hidup kita, kita telah banyak menerima sesuatu dan bantuan dari banyak orang. Kita hendaknya membangun kesadaran terus-menerus bahwa banyak orang telah membantu dan memberi banyak hal kepada kita, tanpa perlu kita memikirkan tujuan khusus dari pemberian bantuan itu. Yang penting, bahwa pada kenyataannya, kita telah menerima banyak hal dari orang lain. Pada dasarnya mereka telah membantu kita. Kalau kita mengakui bahwa banyak orang telah membantu dan memberi sesuatu kepada kita, hati kita juga perlu dibuka untuk menyatakan terima kasih kepada mereka. Tentu saja pernyataan terima kasih ini jangan hanya menjadi keharusan formalitas belaka, namun yang tulus muncul dari hati yang sungguh hangat dan terbuka, perasaan terhubung dan bahagia, dan penuh perhatian.

Setiap hari kita menerima pemberian dan bantuan yang tulus dari sahabat-sahabat, keluarga, dan rekan-rekan kerja kita. Pertolongan mereka, misalnya ketika kita pindah rumah atau pekerjaan, ketika kita sedang sakit, dukungan mereka atas gagasan atau cita-cita kita, bantuan mereka memperingan pekerjaan kita, mendengarkan cerita kita, memberikan sesuatu yang sedang kita butuhkan, dan lain sebagainya. Berpikirlah bahwa mereka memberi dan membantu kita mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar! Hendaknya kita dengan penuh kesadaran mengakui pertolongan dan pemberian yang tulus dari orang-orang lain, entah saudara atau teman atau bahkan orang yang tidak kita duga! Dengan mengakui pertolongan dan pemberian tersebut, tumbuh di dalam hati kita kesadaran bahwa kita tidak dapat hidup sendirian dan hal itu mendorong kita untuk berterima kasih. Kita selalu mensyukuri kehidupan ini karena hidup bersama orang lain.

Saudara dan teman-teman menguatkan kita ketika kita sedang merasa tak bersemangat, tak percaya diri. Mereka memperhatikan dan memelihara kita ketika kita sedang sakit. Mereka banyak melakukan hal-hal kecil dan besar untuk kepentingan kita. Mereka sungguh membuat kehidupan kita terasa lebih mudah. Kita mampu berbagi banyak hal dengan mereka. Kita dan mereka sungguh saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Untuk bersyukur secara lebih mendalam, rasakan dan pikirkan bahwa kitalah penerima pertolongan dan perhatian mereka dan biarkan hati kita terbuka untuk bersukur dan menghargai mereka.

Kita perlu juga menyadari ketulusan orang-orang yang tidak kita kenal secara langsung. Banyak orang yang tidak kita kenal telah membantu kehidupan kita, tanpa usaha-usaha mereka kita tidak dapat melaksanakan fungsi kita, kita tidak dapat bertahan hidup. Perhatikan dan pikirkan orang-orang atau binatang dan tumbuhan yang menyediakan makanan dan minuman serta menjadi makanan dan minuman bagi kita! Banyak orang yang menanam, membawa, dan menjual bahan- bahan makanan untuk kemudian dimasak dan dihidangkan di hadapan kita. Pikirkan orang-orang yang bekerja di tambang, perusahaan, usaha angkutan, dan lain sebagainya, sebagian dari mereka sangat berjasa dalam kehidupan kita! Pikirkan orang-orangyang membangun jalan dan jembatan yang kita lalui setiap hari saat pergi dan pulang dari rumah ke tempat pekerjaan atau sekolah kita! Dan masih banyak lagi orang-orang yang tidak kita kenal langsung, tetapi banyak berperan dalam kehidupan kita dengan berbagai bentuk dan caranya. Kita hanya dapat mengucapkan syukur dan terima kasih kepada mereka. Mereka semua begitu baik kepada kita.

Sangat baik kalau kita memikirkan dan merenungkan mengenai kebaikan dan ketulusan orang tua dan anggota keluarga kita. Kenyataannya saat masih kanak-kanak, kita tidak mampu memelihara dan merawat diri sendiri. Kita tidak mampu makan dan berpakaian sendiri, melindungi diri kita dari banyak hal yang mungkin dapat membuat kita sakit. Orang lain memelihara dan merawat kita. Betapa baiknya orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita, juga kakak kita yang telah membantu orang tua dalam merawat dan melindungi kita. Mereka ingin agar kita bertumbuh dan berkembang menjadi anak sehat. Kita menerima banyak bantuan dan pemberian dari orang-orang dewasa di sekitar kita.

Sangatlah penting untuk merenungkan kembali masa kanak-kanak kita. Merenungkan kebaikan dan ketulusan orang tua dan guru kita, juga kesulitan-kesulitan mereka untuk merawat dan mendidik kita. Sebagai kanak-kanak, kita terkadang nakal dan sulit untuk diatur dan dididik. Mereka kadang-kadang harus bersikap tegas terhadap kita, mengajarkan sopan santun, melatih bagaimana hidup bersama orang lain, walau mungkin kita tidak menyukai ketegasan mereka, namun bagaimana pun, kita harus belajar untuk menyadari dan peka terhadap kebutuhan orang lain dan keprihatinan mereka. Kita harus memperhatikan sikap, perilaku, dan perkataan kita agar tidak menyakiti orang lain. Sekali lagi, sangat penting menyadari kebaikan orang tua dan orang-orang di sekitar kita, agar kita mampu bersyukur karena kasih mereka yang tulus. Dengan menyadari hal-hal ini, kita terdorong untuk mengasihi mereka dengan tulus juga.

Kita perlu juga merenungkan keuntungan-keuntungan yang telah kita terima dari orang-orang yang telah menyakiti kita. Karena kita telah mengalami “kekerasan” atau hal- hal yang menyakitkan dari orang lain, kita justru tumbuh menjadi lebih kuat dan matang sebagai orang dewasa. Jika kita merenungkan kembali saat-saat kita mengalami kejadian yang pahit dan menyakitkan, kita dapat melihat bahwa kita dapat mengatasinya dan kita menjadi semakin kuat, kita mengembangkan sumber-sumber kekuatan di dalam diri sendiri, kita digerakkan dan ditantang untuk tetap tumbuh dan berkembang, walaupun menyakitkan, sulit, dan mungkin tidak siap untuk menghadapinya. Kita juga tumbuh dan berkembang menjadi lebih matang, bijaksana, kuat, dan dewasa karena orang-orang yang telah menyakiti diri kita. Kalau kita dapat menghargai kekuatan dan sumber-sumber di dalam diri, kita juga dapat menghargai orang-orang yang menyebabkan kualitas-kualitas diri kita berkembang. Kita hendaknya berterima kasih juga kepada mereka. Kita tetap bisa bersyukur atas orang lain, dengan apa pun yang telah mereka lakukan terhadap kita. Kenyataannya, apa pun yang mereka lakukan, baik maupun tidak, namun kalau semua kita sikapi dengan tepat dan benar, akhirnya menumbuhkembangkan kepribadian kita. Orang-orang yang menyakiti kita, atau yang membuat kita merasa takut, orang yang tidak mengakui dan menghargai kita, juga memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi lebih sabar, tabah, kuat, kokoh, dan bijak. Kita tidak dapat berlatih menjadi lebih sabar dengan orang-orang yang berbuat baik dan mengasihi secara tulus kepada kita. Kita hanya dapat belajar menjadi lebih sabar dengan orang-orang yang menyakiti, yang tidak mengakui, tidak menghargai, dan menjengkelkan kita. Perkembangan kesabaran dan ketabahan merupakan kualitas yang penting dalam latihan rohani. Jadi, dari orang-orang yang menyakiti hati kita, yang memperlakukan kita secara tidak adil, yang menjengkelkan kita, pada dasarnya yang tidak berbuat baik dan tulus kepada kita pun, kita tetap memperoleh keuntungan dari mereka. Oleh karena itu, baiklah kalau kita juga bersyukur dan berterima kasih kepada mereka.

Dalam kasih yang tulus kita berharap bahwa orang lain mengalami kebahagiaan dan menjadi sumber kebahagiaan bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Tentu saja kita tidak hanya berpikir tentang kebahagiaan orang lain dalam arti bahwa mereka terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papannya saja, juga tidak hanya berharap mereka memiliki teman-teman yang baik, kesuksesan dalam berkarier, keluarga yang bahagia dan harmonis, lingkungan yang menyenangkan, namun juga tentang kebahagiaan yang muncul karena mampu karena mampu membuka hati untuk memperhatikan yang lain seperti mereka memperhatikan kita, kebahagiaan yang muncul karena memandang bahwa setiap kehidupan memiliki potensi untuk mengaktualisasikan dan mewujudkan serta menunjukkan kejernihan dan kebaikan pikiran.

Ketika kita mengasihi dan bersikap tulus kepada orang lain, hal ini tidak hanya membuat orang lain merasa dicintai dan diperhatikan, tetapi juga membantu kita untuk mengembangkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hati kita sendiri. Selalu bersyukur menjadikan kita semakin menyadari dan mengakui bahwa keseluruhan diri kita dan hal-hal yang kita miliki adalah dianugerahkan kepada kita secara cuma-cuma, sebagai suatu hadiah kasih, hadiah yang perlu dirayakan dengan penuh sukacita. Ketika ada cinta di dalam diri, kita merasa bersyukur dan ketika kita bersyukur kita semakin membawa kasih di dalam kehidupan kita. Apa pun atau siapa pun yang kita hargai, mereka juga menghargai kita. Ketika kita mengasihi, yang muncul di dalam hati adalah semakin mengasihi kehidupan dan kita menciptakan kasih yang lebih luas baik di dalam diri sendiri maupun di dalam diri sesama dan alam semesta. Kalau kita mampu mensyukuri dan mengasihi hal-hal yang telah kita alami serta miliki dulu dan sekarang ini, kita dapat hidup sepenuh- penuhnya sekarang ini dan di sini. Hal ini memungkinkan orang lain juga merangkul segala sesuatu dalam diri mereka yang mungkin selama ini selalu mereka “perangi” dan membawa kasih yang lebih besar kepada dunia. Menyatakan syukur dan terima kasih kepada orang lain juga membantu mereka untuk melihat dan meninggalkan segala perjuangan dan cara yang menggerogoti perasaan-perasaan mereka yang tidak mereka dengar dan lihat sebelumnya.

Segala sesuatu itu merupakan mukjizat dan anugerah. Bagi orang yang selalu bersyukur, hari-harinya diwarnai oleh kedamaian dan ketenteraman. Menyatakan rasa syukur membawa kita pada saat sekarang ini, bukan pada masa lalu atau masa depan. Pernyataan syukur ini menjadikan orang lain merasa dipandang dan dihargai. Hal ini membuat mereka berbahagia dan sebaliknya kita juga merasakan kegembiraan. Dan pada akhirnya juga memberikan kepada kita suatu cara pandang yang lebih positif dan optimis tentang masa depan kita. Orang-orang yang bersyukur tampak memiliki kehidupan yang cemerlang dan cerdas. Mereka mampu dengan lebih bijaksana menginterpretasikan kembali kejadian-kejadian di masa lalunya. Bersyukur memampukan kita merasakan masa lalu secara positif, membawa kedamaian pada masa sekarang, dan menciptakan visi untuk masa depan kita. Namun, kalau kita selalu terpenjara pada situasi masa lalu atau membawa-bawa terus pengalaman masa lalu tersebut, pasti menguras daya hidup kita. Kita sering berpikiran bahwa dengan membawa terus- menerus kejadian yang menyakitkan dan menyulitkan tersebut, kita menyakiti orang lain yang melukai kita, namun sebenarnya itu merupakan kesalahan besar, kitalah yang merasakan kembali luka itu. Belajar untuk mengampuni merupakan jalan menuju sikap dan tindakan bersyukur dan kita merancang kehidupan yang baru yang lebih menguatkan kita. Dengan mengampuni, kita dapat melihat bahwa kita “survive”, tumbuh lebih kuat, kita mengarah pada jalan rohani dan kekuatan-kekuatan positif yang lain, serta banyak kesempatan yang terbuka bagi kita untuk menyelesaikan pengalaman yang menyakitkan tersebut. Dengan melihat anugerah-anugerah dan keajaiban-keajaiban dalam kehidupan kita, kita bisa menata kembali masa lalu kita, dan bergerak menuju kisah baru dengan penuh rasa syukur dan terima kasih.








^:^ : IP 34.231.21.123 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2019  http://brothers-fic.org//