GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Monday, December 16 2019  - 14 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



08.02.2019 14:46:00 1194x read.
INDONESIA
News from Indonesia Province (February 2019)

 

Salam kasih persaudaraan,

       Para Bruder dan Frater, bulan Februari tahun 2019 ini kita awali dengan perayaan Imlek. Perayaan itu jatuh pada tanggal 5 Februari 2019. Perayaan Imlek adalah salah satu perayaan budaya di Nusantara ini. Imlek ikut mewarnai dan memperkaya khasanah budaya Nusantara.

       Keberagaman di Nusantara ini memang begitu kaya. Keberagaman itulah yang membuat bangsa Nusantara ini tumbuh dalam karakter keterbukaan. Sayang memang bila akhir-akhir ini ada sejumlah warga negeri ini yang memperlakukan keberagaman dengan buruk. Keberagaman dijadikan sarana untuk mewujudkan ambisi pribadi atau kelompok.

Keberagaman itu adalah keniscayaan. Keberagaman itu adalah anugerah dari Allah. Tradisi kristiani sejak awal berjuang untuk merawat keberagaman ini. Paulus adalah salah satu pejuang keberagaman dalam merawat iman kristiani.

Setelah Yesus wafat dan naik ke surga, ada periode ketika para murid Yesus memandang bahwa menjadi kristen perlu mengikuti tradisi Yahudi. Tetapi rasanya Roh Kudus menghendaki yang lain. Lewat Paulus, Roh Kudus menuntun jemaat kristen awal untuk memahami bahwa karya keselamatan yang telah dimulai oleh Yesus Kristus itu ditujukan untuk semua umat manusia di dunia ini. Tentu ini bukan perkara mudah. Kita tahu betapa Paulus berjuang keras untuk mewujudkan iman kristen dalam keberagaman.

Dalam Konstitusi kita, tema keberagaman juga banyak dibahas. Pada artikel Sehati Sejiwa (35) misalnya, kita temukan ungkapan, “Bersama-sama, sebagai bruder, kita berusaha melaksanakan perintah Kristus…”.

(Bro. Albertus Slamet and his moslem friends)

Dari sejarah kongregasi kita juga mengenal betapa sejak awal kongregasi ini lahir, tumbuh, dan berkembang dalam keberagaman. Keberagaman itu dibangun sejak pastor muda Rutten dan Br. Bernardus Hoecken. Selanjutnya para pendiri sangat menekankan pentingnya hidup dalam persekutuan. Itu artinya pendiri amat peduli dengan keberagaman. Marilah kita terus merawat keberagaman dalam Kongregasi FIC dengan terus menguatkan hidup dalam persekutuan persaudaraan yang merasul ini.

       Berikut ini kami sampaikan beberapa peristiwa kongregasi yang terjadi di Provinsi Indonesia, serta beberapa hal yang terkait dengan para bruder kita:

 

  1. 1.       Hari Provinsi I dan II

Kita telah menyelenggarakan Hari Provinsi di awal tahun 2019 ini. Hari Provinsi pertama diselenggarakan di Muntilan pada hari Minggu, 27 Januari 2019. Pada Hari Provinsi pertama ini dihadiri 72 bruder dan frater. Hari Provinsi kedua diselenggarakan di Semarang pada hari Minggu, 3 Februari 2019. Hadir 40 bruder di Hari Provinsi kedua ini.

Satu hari sebelum Hari Provinsi (hari Sabtu) diselenggarakan pertemuan Bendahara Komunitas dengan Bendara Provinsi. Pertemuan ini untuk semakin menyamakan pola kerja dan pengelolaan keuangan di komunitas dan provinsi.

Kita bersyukur para bruder dan frater menanggapi dengan antusias undangan Dewan Provinsi untuk mengikuti Hari Provinsi. Ini bukti bahwa kita tetap berkomitmen dan antusias untuk merawat kehidupan kita sebagai bruder dalam Kongregasi FIC ini.

Pada awal dalam pengantar, Bruder Pemimpin Provinsi mengajak para bruder dan frater kembali menyadari hakikat hidup kita sebagai penghayat hidup bakti dalam Kongregasi FIC. Bruder Pemimpin Provinsi mengajak para bruder dan frater untuk kembali bertekun dengan Konstitusi sebagai dasar hidup berkongregasi kita. Dengan kembali mendasarkan hidup pada Konstitusi itulah kita akan dibantu untuk semakin menegaskan identitas kita sebagai Bruder FIC.

(Bros. Yosaphat, Purwanto, Totok, and Albert Pratama, during their tea break)

Dalam pertemuan Hari Provinsi tahun ini disajikan informasi dari bidang Tata Kelola Provinsi, Bidang Kerasulan yang disampaikan dari Yayasan Pangudi Luhur dan Yayasan Budi Mulya Semarang, Komisi Spiritualitas dan Penguat Persekutuan, Komisi Pembina Berkesinambungan, Ekonom Provinsi dan Komisi Penasihat Pengelolaan Aset. Informasi-informasi yang disampaikan tentang rencana kerja atau program yang dirancang sebagai upaya mewujudkan buah-buah Kapitel Umum dan Kapitel Provinsi Indonesia 2018 dalam kehidupan para bruder di Provinsi Indonesia.

Pada Hari Provinsi ini juga dibuka kesempatan bagi para bruder dan frater untuk memberi usulan program atau juga memberi catatan kritis atas rencana kegiatan atau program yang telah dirancang. Dalam evaluasi tertulis para bruder menuliskanbanyak usul dan saran. Kita syukuri semua ini. Ini tanda bahwa kita tetap berkomitmen untuk melanjutkan kehadiran FIC di bumi Nusantara ini.

Hari Provinsi yang lain akan diselenggarakan di Jakarta (10 Februari), Tumbang Titi (17 Februari), dan Ketapang (24 Februari). Semoga tradisi baik ini terus kita rawat dan berdayakan. Komunikasi yang baik adalah keniscayaan untuk merawat, menumbuhkembangkan, serta memberdayakan Kongregasi FIC dengan bermartabat.

 

  1. 2.       Syukur atas 11, 5 tahun Br. Valentinus Berkarya di Rumah Retret Syalom

Pada hari Senin, 14 Januari telah diselenggarakan perayaan syukur 11,5 tahun Br. Valentinus berkarya sebagai direktur Rumah Retret Syalom. Perayaan syukur diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Ignatius Suryadi dan Rm. Yoseph Aris Triyanto, MSF.

Ekaristi dihadiri oleh para bruder komunitas Ambarawa, para suster AK, SRM, OSF, dan PRK, para bruder pengurus YBMS,  Tim OLA (outdoor learning activity) staf dan karyawan Rumah Retret Syalom, serta para pihak yang telah membantu pelayanan di Rumah Retret Syalom.

Sebelum berkat penutup para romo memberkati Gedung Maria yang akan dipakai oleh para suster staf Rumah Retret Syalom. Sesudah Ekaristi diselenggarakan ramah tamah yang antara lain berisi sambutan dari Br. Valentinus Daru Setiaji selaku Direktur Rumah Retret Syalom periode 2007-2018.

(Bro. Valent Daru, Albert, Wens, Deodatus and Ontoseno on their outing to Blitar)

Pada akhir sambutan Br. Valentinus Daru menyerahkan berkas surat-surat penting kepada Br. Simon Andrus selaku Ketua YBMS. Sesudah Br. Simon menyampaikan sambutan, Br. Simon menyerahkan berkas surat-surat penting kepada Br. Petrus Anjar selaku direktur Rumah Retret Syalom yang baru. Kemudian Br. Hans Gendut Suwardi menyampaikan sambutan mewakili Dewan Provinsi. Perayaan Syukur 11,5 tahun Br. Valentinus Daru Setiaji berkarya di Rumah Retret Syalom ditutup dengan makan bersama.

Selanjutnya sambil menunggu surat ijin tinggal di Belanda sebagai Dewan Umum, pada tanggal 15 Januari 2019 Br. Valentinus Daru Setiaji pindah ke komunitas Ambarawa. Terima kasih atas pengabdian Br. Valentinus dan selamat berkarya bagi Br. Petrus Anjar.

 

  1. 3.       Br. Guido menjalani sabatikal

Setelah beberapa waktu liburan di Indonesia, pada tanggal 17 Januari 2019, Br. Guido menuju Jakarta. Selama beberapa hari Br. Guido tinggal di Komunitas Haji Nawi Jakarta.

Pada tanggal 23 Januari 2019, dengan KLM Br. Guido menuju Amsterdam, The Netherlands, dan diteruskan ke Maastricht.

Sesampai di Netherlands, Br. Guido pertama-tama akan berusaha mendapatkan visa ke Australia untuk keperluan masa sabtikalnya. Di samping itu, Br. Guido juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini telah direncanakan sejak November 2018 yang lalu.

Program sabatikal yang akan diikuti Br. Guido adalah: “Retirement for Mission Sabbatical” – (Pensiun bagi Perutusan). Program ini akan berlangsung dari tanggal 1 Maret hingga 13 April 2019. Program sabatikal itu diselenggarakan di St. Joseph’s- Baulkham Hills, Centre for Reflective Living, 33 Barina Downs Road - BAULKHAM HILLS NSW 2153 AUSTRALIA.

Setelah menjalani masa sabatikal Br. Guido akan kembali ke Netherlands untuk mengurus secara resmi, baik ke pemerintah Belanda maupun kedutaan RI di Den Haag, terkait administrasi resmi kepindahan beliau ke Indonesia. Diharapkan pada permulaan Mei dapat secara definitif pindah dari Belanda ke Indonesia.

Selamat menjalani masa sabatikal Br. Guido. Semoga banyak rahmat yang Bruder terima dalam program sabatikal ini.

 

  1. 4.  Br. Joao mengalami kecelakaan

Pada hari Sabtu (19 Januari 2019) pagi, sekitar pk 05.30, Br. Joao Maia Do Carmo Carvalho (Br. Joao) mengalami kecelakaan di depan RS. Kensaras, Merak Mati, Girisonta.

Pagi itu Br. Joao sedang dalam perjalanan pulang dari Muntilan menuju Semarang. Setelah mengisi bahan bakar sepeda motor di pompa bensin seberang RS. Ken Saras, saat akan menyeberang jalan, dari arah berlawanan melaju kencang sepeda motor. Tabrakan tak terhindarkan.

Syukurlah pada kecelakaan itu baik Br. Joao maupun korban penabrak lain tidak mengalami cidera yang berarti.

Dengan dukungan dari Br. Heribertus Irianto sebagai Pemimpin Komunitas Don Bosko - Candi, kasus kecelakaan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Semoga kita semakin waspada dan mempersiapkan fisik kita bila hendak melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor. Apalagi kini banyak perilaku pengendara kendaraan bermotor yang semaunya sendiri.

 

  1. 5.       Bina Berkesinambungan
    1. a.  Kegiatan Yuniorat

Mulai tanggal 1 Februari sampai 15 Maret 2019 para bruder yang sedang menjalani masa Yuniorat akan mulai program pengenalan karya kerasulan di Asrama dan Panti Asuhan.

Br. Stefanus Agus Faisal dan Br. Carolus Boromeus Ontoseno belajar pendampingan Asrama SMA Van Lith. Br. Andrias Andri Anggun Pah belajar pendampingan asrama di SMA PL Sedayu. Br. Deodatus Danang dan  Br. Krisologus Pusrayan Dono belajar pendampingan anak panti di Panti Asuhan Santa Maria Boro.

Semoga program ini sungguh menolong para bruder Yunior untuk menyiapkan diri hingga pada akhirnya siap untuk menjalani hidup dalam persekutuan yang merasul bersama para bruder FIC yang lain. Untuk itu, kiranya peran para bruder di komunitas di mana para bruder yuniorat belajar sangat penting. Para bruder di komunitas-komunitas itu sesungguhnya ikut membentuk dan menentukan siap atau tidaknya generasi baru FIC ini untuk menjadi bruder FIC seperti yang diharapkan Konstitusi FIC. Mari kita saling mendukung dalam persaudaraan.

(Bros. Deodatus and Laurentius Baharu)

      

  1. b.  Stage II Novis Lanjutan

Pada tanggal 5 Februari 2019 para frater Novis Lanjutan memulai masa stage II mereka. Stage II ini akan berakhir pada tanggal 5 April 2019. Selama dua bulan mereka akan tinggal di beberapa komunitas di Jawa untuk melanjutkan proses belajar menghayati triprasetia yang terintegrasi dalam hidup berkomunitas, hidup berdoa, dan hidup merasul. Ketiga frater novis lanjutan yang menjalani stage II adalah:

1)  Fr. Aloysius Riyanto menjalani stage di Komunitas Surakarta.

2)  Fr. Fransiskus Saptono menjalani stage di Komunitas Randusari.

3)  Fr. Delanius Diky menjalani stage di Komunitas Ambarawa – RR. Syalom.

Semoga para frater semakin mampu melatih diri dalam menjalani masa stage kedua ini. Pertolongan para bruder di komunitas tempat stage sangat mereka butuhkan untuk sungguh-sungguh tumbuh dan berkembang menjadi seorang FIC.

 

  1. 6.       Bruder sakit
    1. Br. Marten Samuel

Setelah selama tiga hari mengalami diare, akhirnya pada Senin (4 Februari 2019) pagi, sekitar pk 04.00 Br. Marten Samuel memutuskan untuk periksa ke RS. Elisabeth. Niat awal Br. Marten hanya ingin periksa dan segera kembali ke komunitas. Namun setelah menjalani pemeriksaan secukupnya di Instalasi Gawat Darurat, ternyata dokter meminta Br. Marten untuk mejalani rawat inap. Pada hari Rabu, 6 Februari 2019 Br. Marten sudah diijinkan kembali ke komunitas Wisma Bernardus.

  1. Br. Petrus Wayan Parsa

Pada hari Selasa, 5 Februari 2019 Br. Petrus Wayan Parsa mengalami kondisi badan yang tidak nyaman. Setelah diperiksakan ke RS. Panti Rapih Yogyakarta, ternyata gula darah Br. Wayan terlalu tinggi. Kondisi kesehatan yang menyulitkan Br. Wayan ini membuat dokter dan tenaga medis di RS.Panti Rapih memutuskan untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Beliau dirawat secara intensif di Bangsal Elisabeth RS. Panti Rapih.

 

  1. 7.       Berita Duka
    1. Pada Senin (21 Januari 2019) pagi Br. Yustinus Wahyu Bintarto mengirim pesan dalam grup WA para bruder tentang berita duka meninggalnya saudara dari Br. Petrus Paijan, yaitu Ibu Katarina Sutarti pada usia 65 tahun. Ibu Katarina tinggal di Krompakan, Sendang Mulyo, Minggir, Sleman. Upacara pemakaman dilaksanakan pada 22 Januari 2019. Semoga Ibu Katarina Sutarti beroleh belas kasih Allah dan ikut berbahagia bersama para kudus di surga.
    2. Pada hari Senin, 21 Januari 2019 Bapak Wagiman, kakak dari Br. Agustinus Sakiman wafat di RS. Tegalyoso sekitar pk. 11.35. Upacara pemakaman dilaksanakan pada hari itu juga di desa Jalijuweh, Kerten, Gantiwarno, Klaten. Semoga Bapak Wagiman beroleh kasih Allah di surga.
    3. Pada tanggal 5 Februari 2019 keponakan Br. Gregorius Bambang menghadap Bapa di surga karena serangan jantung. Keponakan Br. Bambang tersebut bernama Yulius Sehat Dwi Anggono. Beliau berusia 41 tahun saat menghadap Bapa. Pemakaman dilaksanakan pada 6 Februari 2019 pk 12.00 di Giripurwa, Wonogiri. Semoga arwah Bp. Yulius Sehat Dwi Anggoro dibimbing kasih Allah untuk beroleh kebahagiaan surgawi.

       

  1. 8.       Agenda Provinsi Februari

10 Februari 2019 – Hari Provinsi III di Jakarta.

17 Februari 2019 – Hari Provinsi IV di Tumbang Titi.

24 Februari 2019 – Hari Provinsi V di Ketapang.

 

Para bruder dan frater yang terkasih, demikian Surat Edaran kami pada awal bulan Februari 2019.

 

 

               Salam dan doa,

      atas nama  Dewan Provinsi

 

 

          Br. F.A. Dwiyatno, FIC

             Pemimpin Provinsi








^:^ : IP 18.205.60.226 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2019  http://brothers-fic.org//