GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Friday, March 22 2019  - 6 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



11.03.2019 17:35:35 33x read.
INDONESIA
Berita Provinsi Indonesia (news from Indonesia province)

Berikut ini kami sampaikan beberapa peristiwa kongregasi yang terjadi di Provinsi Indonesia, serta beberapa hal yang terkait dengan para bruder kita:

  1. 1.       Hari Provinsi III, IV dan V

Hari Provinsi III diselenggarakan di Komunitas Haji Nawi Jakarta pada hari Minggu, 10 Februari 2019. Pada Hari Provinsi III ini hadir 23 bruder dari Komunitas Haji Nawi, Delta Mas, Kampung Sawah, Kembangan, Sukaraja, dan Belitang. Pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 diadakan pertemuan Bendahara Provinsi dengan beberapa Bendahara Komunitas. Dalam Hari Provinsi III para bruder menunjukkan antusiasmenya. Banyak sumbang saran dan dialog yang sangat membantu mewujudkan pemahaman bersama tentang pengelolaan kehidupan berkongregasi di Provinsi Indonesia.

(Provincial day in Muntilan, more than 60 brothers attended that gathering)

Hari Provinsi IV pada hari Minggu, 17 Februari 2019 dilaksanakan di Komunitas Tumbang Titi yang diikuti para bruder dari komunitas Tumbang Titi dan Tanjung. Bruder F.A. Dwiyatno dan Br. Triwuryanto memandu kegiatan Hari Provinsi IV ini.

Hari Provinsi V pada hari Minggu, 24 Maret 2019 diselenggarakan di Komunitas Ketapang. Pada Hari Provinsi V ini dipandu oleh Br. Albertus Suwarto, Br. F.A. Dwiyatno, dan Br. Triwuryanto.

(Provincial day in Semarang, around 30 brothers attended in this event)

Kita bersyukur rangkaian Hari Provinsi telah terselengara dengan baik. Kita syukuri juga keterlibatan para bruder dalam kegiatan Hari Provinsi ini. Masukan dan pertanyaan para bruder menggambarkan komitmen para bruder untuk terus terlibat dalam pengelolaan Kongregasi FIC, khususnya di Provinsi Indonesia ini.

  1. 2.       Pemimpin Lokal Komunitas Sedayu

Dengan kepindahan Br. Antonius Hardiyanto ke Komunitas Yogyakarta, maka Pemimpin Lokal di  Komunitas Sedayu mengalami kekosongan.

Setelah berkonsultasi dengan para bruder di Komunitas Sedayu, Dewan Provinsi dalam rapatnya pada tanggal 2 Februari 2019 menunjuk Br. Antonius Kurniawan Romy S  (Br. Wawan) sebagai Pemimpin Lokal baru Komunitas Sedayu.

Pada hari Senin, 11 Februari 2019 Br. Michael Sidharta Susila melantik Br. Antonius Kurniawan Romy S sebagai Pemimpin Lokal Komunitas Sedayu untuk masa bakti 11 Februari 2019 – 10 Februari 2022. Kita bersyukur atas kesediaan Br. Wawan untuk menjadi Pemimpin Lokal di Komunitas Sedayu.

Dalam Ibadat Perutusan Pemimpin Lokal, Br. Sidharta menegaskan perlunya setiap anggota komunitas untuk menghayati anugerah kepemimpinan yang dalam diri sendiri. Pemimpin Lokal adalah sahabat seperjalanan peziarahan komunitas. Setiap anggota komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan situasi komunitas yang memungkinkan semua anggota komunitas menggapai kekudusan sebagai religius.

  1. 3.       Br. Martin T. Handoko dan Br. Guido Sukarman menjalani sabatikal  

Pada hari Senin, 4 Maret 2019 Br. Martin Handoko mulai mempersiapkan masa sabatikalnya. Hari itu Br. Martin ke Belanda. Setibanya di Belanda Br. Martin akan melakukan beberapa urusan dan selanjutnya menjalani masa sabatikal di Amerika.

Program sabatikal yang akan diambil Br. Martin bertempat di The MERCY CENTER, 520 West Buena Ventura, Colorado Springs, CO 80907 USA.

(Bro. Martin Handoko, when he was in Viena)

Setelah menjalani sabatikal di Amerika Br. Martin masih perlu menyelesaikan urusan administrasi kependudukan dengan pemerintah di Belanda dan penyelesaian beberapa urusan finansial/perban- kan. Direncanakan Br. Martin akan kembali ke Indonesia  pada hari Senin, 29 April 2019 dari Amsterdam, dan tiba di Semarang 30 April 2019 sore. Semoga banyak buah-buah rohani yang akan didapat Br. Martin dalam masa sabatikalnya.   

  1. 4.       Lokakarya pelayanan Gereja Katolik yang professional

Pada tanggal 5-7 Februari 2019 Br. Albertus Suwarto, Br. Martinus Hans Gendut, dan Br. Yohanes Bosko Purwanto mengikuti lokakarya Pelayanan Profesional Gereja Katolik dan Penyalahgunaan Jabatan. Lokakarya ini diselenggarakan oleh KOPTARI bersama Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia di Rumah Retret Tegaljaya, Denpasar, Bali.

Dalam lokakarya ini didalami bersama kondisi aktual cara para imam, bruder, suster, dan frater di Gereja Indonesia dalam memberi pelayanan kepada umat dan masyarakat pada umumnya. Peserta lokakarya disadarkan kondisi serius yang perlu segera dikelola agar dalam memberikan pelayanan tidak merugikan orang yang dilayani. Hal lain yang penting adalah peserta lokakarya disadarkan perlunya membangun sikap yang tegas agar pelayanan yang diberikan tidak menimbulkan kesulitan, khususnya dalam aspek hukum.

Memang kita sadari betapa masih kurangnya kesadaran kita tentang perlunya mengindahkan aspek hukum dalam hidup dan kerasulan kita. Dalam hidup sebagai bruder saat ini, kehendak baik saja belumlah cukup. Saat ini, kehendak baik itu harus diwujudkan dengan tetap mengindahkan aturan hukum yang berlaku di negara kita.

  1. 5.       Buku-buku baru karya para bruder

Kita bersyukur Provinsi Indonesia dianugerahi para bruder yang memiliki talenta menulis. Talenta itu sungguh dikembangkan hingga mereka mampu menerbitkan sejumlah buku. Buku-buku terbaru karya para bruder yang selanjutnya akan dikirimkan juga ke komunitas-komunitas adalah:

  1. Mari Belajar Berdoa ditulis oleh Br. Theo Riyanto
  1. Catholic Prayers Book: Litanies, Rosaries, and Others ditulis oleh Br. Frans Sugi

Proficiat kepada Br. Theo dan Br. Frans Sugi yang terus bertekun dalam dunia penulisan buku. Semoga semakin banyak buku yang akan diterbitkan. Dan semoga lewat buku-buku yang ditulis oleh para Bruder FIC ini juga menjadi sarana memromosikan hidup panggilan sebagai Bruder FIC. 

  1. 6.       Bruder yang menjalani perawatan di Rumah Sakit
  2. a.  Bruder Petrus Wayan kembali ke komunitas

Setelah seminggu (5-11 Februari 2019) menjalani perawatan di RS. Panti Rapih, pada hari Senin, 11 Februari 2019 Br. Petrus Wayan diperkenankan untuk kembali ke komunitas. Bruder Petrus Wayan masih harus bertekun dengan penuh kesetiaan untuk merawat kesehatannya. Semoga kesehatan Br. Petrus Wayan terus membaik dan dapat kembali terlibat dalam dinamika hidup berkomunitas dan berkerasulan seperti sedia kala.

  1. b.  Bruder Romi menjalani perawatan luka

Pada hari Senin, 18 Februari 2019 Br. Romualdus Suyono (Br. Romi) menjalani rawat inap di RS. Elisabeth untuk dilakukan perawatan luka pada kaki. Hal ini dilakukan setelah beberapa hari kondisi luka pada kaki Br. Romi menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Perawat yang merawat luka pada kaki Br. Romi menganjurkan untuk dilakukan perawatan luka yang lebih intensif di rumah sakit.

Tindakan medis perawatan luka pada kaki Br. Romi berjalan dengan baik. Maka pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 Br. Romi sudah diperbolehkan kembali ke Komunitas Wisma Bernardus Semarang. Semoga luka pada kaki Br. Romi bisa segera membaik.

  1. c.  Bruder Anton Paryanto menjalani rawat inap

Pada hari Selasa, 26 Februari 2019 pk 21.00 kondisi fisik Br. Anton Paryanto tampak lemah. Setelah ditolong beberapa waktu dan tidak menunjukkan kondisi yang membaik, akhirnya Br. Albertus Slamet memutuskan untuk merujuk perawatan Br. Anton ke RS. Elisabeth. Pada pk 22.00 Br. Anton masuk ruang perawatan RS. Elisabeth di Ruang Angela. Semoga proses perawatan Br. Anton berjalan lancar dan kondisi Br. Anton segera membaik.

  1. d.  Bruder Marten Samuel operasi abses

Hari Kamis, tanggal 28 Februari 2019 siang Br. Marten Samuel masuk ke RS. Elisabeth untuk menjalani persiapan operasi abses. Operasi dijadwalkan pada hari Jumat, 1 Maret 2019.

Hari Rabu, 6 Maret 2019 Br. Marten telah diperkenankan kembali ke komunitas Bernardus. Semoga kesehatan Br. Marten Samuel segera membaik.

  1. e.  Bruder Herman Yoseph Kuwat menjalani rawat inap

Setelah beberapa waktu mengalami kondisi tubuh yang lemas, akhirnya hari Jumat tanggal 1 Maret 2019 siang itu Br. Herman Yoseph Kuwat memeriksakan diri ke UGD RS Islam Klaten. Dokter yang memeriksa Br. Herman meminta agar Br. Herman menjalani rawat inap. Dari pemeriksaan menunjukkan peningkatan kadar gula darah sewaktu setelah makan yaitu 387 mg/dL. Padahal ukuran normal gula darah 2 jam setelah makan adalah 140 mg/dL.

Pada hari Senin, 4 Maret 2019 Br. Herman diperkenankan meninggalkan RS Islam Klaten dan kembali ke komunitas. Semoga kondisi kesehatan Br. Herman segera membaik.

  1. f.    Bruder Ignatius Purwono menjalani rawat inap

Beberapa hari Br. Ignatius Purwono mengalami kondisi tubuh yang kurang baik. Beliau seringkali batuk-batuk. Sayangnya batuknya tidak optimal, sehingga saluran pernafasannya tidak berfungsi optimal. Sampai akhirnya pada Kamis (7 Maret 2019) dinihari sekitar pk 01.00 WIB suhu badan Br. Ignatius Pur tinggi dan menggigil. Maka segera Br. Slamet membawa Br. Pur ke RS. Elisabeth untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Semoga kondisi Br. Ignatius Pur segera membaik.

Para bruder dan frater yang terkasih, demikian Surat Edaran kami pada awal bulan Maret 2019.

               Salam dan doa,

      atas nama  Dewan Provinsial

              Br. F.A. Dwiyatno, FIC

                 Pemimpin Provinsi

 

 








^:^ : IP 54.236.246.85 : 2 ms   
BROTHERS FIC
 © 2019  http://brothers-fic.org//