GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Tuesday, February 25 2020  - 14 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



13.09.2019 01:52:46 739x read.
INSPIRATION
Memaafkan itu sangat penting!

  1. Memaafkan itu sangat penting!

Siapa pun yang berbuat salah tentu ingin dimaafkan. Keinginan kita untuk dimaafkan selaras dengan keinginan kita untuk memaafkan orang lain. sering kali kita ingin dimaafkan, tetapi tidak mudah untuk memaafkan orang lain. tentu saja hal ini tidak adil, tidak fair. Kalau kita ingin dimaafkan, sebaiknya juga kita memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita. Dari pengalaman membuktikan kalau kita bersalah kita akan merasa malu dan merasa bersalah, dan kita akan merasa terbebaskan dari rasa bersalah dan malu, jikalau kita sudah dimaafkan. Jika permintaan maaf kita diterima, kita merasa diampuni, dan akhirnya kita dapat juga mengampuni diri sendiri secara tuntas. Kita sangat membutuhkan pemberian maaf dan pengampunan dari orang yang kita sakiti, kita juga perlu mengampuni orang yang bersalah kepada kita, mengampuni orang yang menyakiti hati kita.

Ada banyak alasan mengapa memaafkan orang lain itu sangat penting, antara lain: a) memaafkan orang lain menunjukkan bahwa kita menghargai orang lain tersebut; b) memaafkan orang lain menunjukkan bahwa kita mampu bertanggung jawab atas sikap dan tindakan kita, sekaligus juga menghargai tanggung jawab akan sikap dan tindakan orang lain; c) memaafkan berarti kita juga memberikan perhatian terhadap apa yang sedang dirasakan oleh orang lain; d) memaafkan orang lain juga menunjukkan bahwa kita merupakan pribadi yang mampu mengerti dan berempati kepada orang lain; dan e) dengan mengampuni orang lain kita menguatkan dan membahagiakan mereka.

Ketika kita mampu dan berani meminta maaf dan dimaafkan oleh orang lain, kita merasa lega, beban yang menggelayuti kita terlepas. tidak ada lagi ketegangan yang kita alami dalam relasi kita dengan orang lain yang pernah kita sakiti atau yang menyakiti hati kita. Hubungan menjadi cair kembali, dapat ditumbuhkan dan dikembangkan menjadi semakin akrab dan harmonis. namun yang berat adalah saat-saat kritis ketika kita memutuskan untuk meminta maaf dan kemudian melaksanakannya, begitu juga dengan saat-saat kita akan memberikan maaf atau pengampunan. rasanya tegang, penuh beban, ada sesuatu yang seolah akan menghancurkan atau lepas dari diri kita. Tetapi sesaat kita mampu mengungkapkan permintaan maaf dan pemaafan kita, maka semuanya menjadi relaks, ringan, dan bebas.

Ada beberapa tujuan seseorang memaafkan orang yang menyakitinya. Dari pengalaman menunjukkan bahwa seseorang memaafkan orang lain karena ia ingin menghindari atau mengakhiri orang lain dari rasa bersalah yang dideritanya. namun juga dengan memaafkan, ia ingin membebaskan diri dari rasa bersalah karena belum atau tidak memaafkan, dengan memaafkan maka terhindar dari rasa bersalah, mengapa ia tidak memaafkan atau mengampuni. seseorang memaafkan orang lain juga bertujuan untuk memulihkan dan memperbaiki hubungan mereka. Yang lain lagi dapat juga memaafkan untuk menghindari hukuman dengan melihat peristiwa dan orang lain tersebut dari sisi positif. tujuan yang terbaik dalam memaafkan adalah meningkatkan kemampuan menghargai dan berempati dengan pribadi dan perasaan orang lain. sedangkan tujuan memaafkan dengan hanya demi terhindar dari hukuman, merupakan tujuan yang kurang baik, karena lebih bersifat kepentingan diri sendiri.

Menerima permintaan maaf itu penting!

Permintaan maaf adalah hal yang sangat penting untuk memelihara kesehatan mental, spiritual, emosional, dan fisik kita. Perasaan bersalah yang terus-menerus menghantui kita, akan mengganggu keadaan mental, spiritual, emosional, dan fisik kita. Kita sering tidak dapat berpikir runtut dan bernalar, kemampuan mengheningkan diri berkurang, perasaan terbebani menjadikan kita gampang tersinggung atau merasa rendah diri, dan akhirnya juga memengaruhi kesehatan fisik kita, yang mungkin menjadi mudah sakit entah ringan atau serius. begitu juga dengan memaafkan, memaafkan juga mengubah zat kimia di dalam tubuh kita, tubuh kita dimaafkan juga. tekanan darah menjadi berkurang, detak jantung menurun, pernafasan menjadi lebih teratur dan halus. namun kalau kita masih menahan rasa marah dengan seseorang yang bersalah atau menyakiti kita, tubuh rasanya menjadi kaku atau tegang, tekanan darah naik, detak jantung lebih cepat dan emosi tak terkendali. Dan ketika kita sudah menyatakan pemaafan dan sampai pada pengampunan, kita merasa lega, semuanya hilang dan berjalan normal kembali. Dengan memaafkan dan sampai pada mengampuni, maka luka dan kemarahan kita akan tersembuhkan.

Siapa pun kita ingin agar orang lain yang menyakiti kita mengetahui perasaan dan akibat negatif yang kita alami. Kita juga ingin mendengar atau mengetahui pernyataan permintaan maaf dari orang tersebut. sering kali kita mendengar ungkapan, “sebelum dia meminta maaf, saya tidak akan memaafkannya, yang saya mau adalah permintaan maaf darinya.” Menerima permintaan maaf sangat berarti bagi kita demikian juga dengan memaafkan. Kita akan mengetahui bahwa orang lain merasa bersalah, mengakui bersalah, dan dengannya kita akan merasa lebih baik, walau mungkin masih teringat peristiwa yang menyakitkan tersebut. sering orang mengatakan bahwa mereka dapat memaafkan dan kemudian mengampuni tetapi tidak dapat melupakan peristiwanya.

Banyak di antara kita yang mengampuni tanpa permintaan maaf dari orang yang telah menyakiti atau bersalah kepada kita. Pengampunan tanpa permintaan maaf dari orang yang bersalah kepada kita tentu ada risikonya, yaitu orang lain itu tidak bertanggung jawab akan kesalahannya dan tidak meminta maaf kepada kita dan tidak akan mengulangi perbuatannya. untuk dapat memaafkan dan sampai mengampuni orang lain tentu dibutuhkan suatu pengertian dan belarasa terhadap orang lain tersebut. Hal ini membutuhkan proses dan perjuangan tersendiri. Maka sangat manusiawi kalau seseorang menuntut agar orang yang menyakitinya meminta maaf terlebih dahulu sebelum dia dapat mengampuninya. Kita tidak perlu malu untuk mengungkapkan bahwa kita membutuhkan orang lain untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada kita.

Meminta maaf adalah suatu pernyataan yang mendalam

Permintaan maaf seseorang dapat memperoleh dua tanggapan yaitu, pelampiasan kemarahan yang masih terpendam dan keraguan apakah benar dengan tulus meminta maaf. tentu saja permintaan maaf lebih daripada sekedar mengatakan, “saya minta maaf!” Permintaan maaf menunjukkan adanya pernyataan yang mengakui rasa bersalah dan menderita karena perasaan bersalah yang telah dibuatnya. sekaligus dalam pernyataan itu juga menunjukkan adanya penyesalan dan niat untuk tidak akan melakukannya lagi. selain itu permintaan maaf juga menunjukkan akan adanya pengakuan bahwa seseorang bertanggung jawab akan sikap dan perbuatannya yang salah atau yang menyakiti orang lain.

Permintaan maaf juga merupakan suatu ajakan untuk berdamai, merupakan niat baik untuk memperbaiki hubungan, untuk berekonsiliasi. Orang tersebut memohon pengertian, belarasa, dan pemaafan sampai pengampunan yang sungguh-sungguh dari orang yang telah ia sakiti. Permintaan maaf adalah pengakuan bahwa ia bersalah dan ajakan untuk berdamai. Permintaan maaf adalah awal menuju rekonsiliasi, tumbuh kembangnya suatu hubungan menjadi lebih baik lagi.








^:^ : IP 34.204.191.0 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2020  http://brothers-fic.org//