GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Tuesday, October 24 2017  - 5 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



23.05.2017 17:00:59 805x read.
INSPIRATION
Maria Bunda Kerahiman (By Theo Riyanto FIC)

Maria Bunda Kerahiman.

Maria adalah Bunda Kerahiman pertama-tama karena melalui rahmat “dikandung tanpa noda dosa” Allah menjadikannya sebagai mahakarya ciptaan-Nya yang penuh kerahiman demi keselamatan dunia.

Kerahiman Ilahi adalah rahmat Kudus Allah yang menjadikan kita layak dan pantas menerima anugerah belas kasih Allah yang menolong kita untuk mengatasi penderitaan dan memenuhi kebutuhan sejati kita. Seorang Teolog mengatakan bahwa salah satu bentuk belas kasih Allah adalah rahmat “yang telah dianugerahkan sebelumnya” tanpa kita memohonnya agar kita menjadi layak dan pantas. Rahmat itu telah ada sebelum kita memohonnya dan terlepas dari kenyataan bahwa kita tidak layak mendapatkannya, Allah selalu menyediakan dan memberikan rahmat kerahiman itu bagi kita. Inisiatif pertama-tama dan utama datang dari Allah yang hendak menyapa dan menyelamatkan kita, sedangkan inisiatif dari kita adalah gerak kerinduan kita untuk memeroleh keselamatan. Anugerah kerahiman ini benar-benar cuma-cuma, hanya karena kemurahan hati semata-mata. Kita dapat membandingkannya secara sederhana seperti cinta orang tua kepada anak-anak mereka. Anak dicintai bukan karena anak telah “mendapatkanya”, atau pantas mendapatkannya, atau karena memintanya. Cinta orang tua hadir sejak semula sebelum diminta. Cinta orang tua adalah anugerah cuma-cuma bagi anak-anak mereka. Alasannya hanya satu, karena anak-anak itu adalah anak-anak mereka. Rahmat kerahiman adalah rahmat yang “par-excellence” bagi kita manusia, anak-anak Allah, dan itu merupakan “cerminan” dari yang Ilahi.

Allah maharahim yang mencintai kita, rahmat “par-excellent” yang merupakan cerminan dari yang Ilahi itu tergambar dan terwujud secara jelas dalam diri Santa Perawan Maria yang dikandung tanpa noda dosa. “Dikandung tanpa noda dosa” merupakan perwujudan tertingi kemurahan hati Tuhan kepada Bunda Maria. Bunda Maria layak dan pantas menjadi Ibu Tuhan karena mendapatkan rahmat “dikandung tanpa noda dosa/”immaculate conception”. Anugerah yang cuma-cuma sesuai dengan inisiatif Tuhan, tidak dapat diminta begitu saja atau dipaksakan. Anugerah yang bekerja di dalam diri dan hanya untuk Bunda Maria oleh Bapa yang Maharahim demi tugas penebusan oleh Sang Putera. Karya besar untuk penjelmaan Sang Putera menjadi manusia, Yesus Kristus. Santo Yohanes Paulus II menuliskan di dalam ensikliknya, “Dives in Misericordia” (Kaya dalam Kemurahan Hati), bagian 9: “Maria adalah pribadi yang mengalami dan memeroleh belaskasih dengan cara yang luar biasa, tidak ada pribadi lain yang memeroleh rahmat kerahiman seperti Maria.”

Dalam Injil Lukas kita dapat melihat anugerah itu seperti yang tercermin dalam salam malaikat Gabriel yang ditujukan kepada Maria, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Istilah “yang dikaruniai atau yang terberkati” dalam konteks ini adalah “yang ditransformasi/diubah oleh karena kasih karunia”. Anugerah transformatif ini hanya terjadi karena kasih karunia Tuhan memenuhi jiwa Bunda Maria secara berlimpah-limpah. Suatu hadiah yang luar biasa, istimewa, khusus, cuma-cuma, dan sudah ada di dalam dirinya, rahmat yang melimpah dalam jiwa Bunda Maria sejak kelahirannya. Rahmat istimewa ini menjadi alasan mengapa malaikat Gabriel melanjutkan salamnya kepada Bunda Maria: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” Bunda Maria memeroleh kemurahan hati Allah bukan karena alasan “pantas atau layak”, tetapi karena kasih karunia istimewa dari Allah di dalam dirinya.

Pada kenyataannya, “rahmat dikandung tanpa noda dosa” Santa Perawan Maria merupakan tindakan Ilahi, kasih karunia yang amat besar yang mendasari karya keselamatan Tuhan melalui Yesus Kristus, Sang Putera. Bapa yang Maharahim berinisiatif menjadikan jiwa Bunda Maria bebas dari dosa dan akibat dosa asal sejak kelahirannya. Rahmat ini unik dan luar biasa yang memungkinkan Maria kemudian menanggapi pesan malaikat Gabriel dengan penuh penyerahan diri: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Dengan tanggapan ini keselamatan seluruh dunia di mulai dengan dasar tindakan yang sangat bermakna dan bebas karena Kerahiman Ilahi. Maria dikandung tanpa noda dosa karena tindakan belas kasih Allah.

Santa Maria Faustina,”rasul besar Kerahiman Ilahi”, memiliki devosi yang amat besar kepada Bunda Maria yang dikandung tanpa noda dosa. Ia menyebutnya “Ibu, Perawan yang Suci”. Dalam buku hariannya no. 1412 dan 1413: Dengan semangat yang besar saya siap untuk merayakan perayaan Bunda Allah yang dikandung tanpa noda dosa. Saya berupaya secara ekstra merenungkan hak istimewa yang unik yang dianugerahkan kepada Bunda Maria. Hatiku benar-benar tenggelam di dalam dirinya, berterimakasih kepada Tuhan yang telah menganugerahi hak istimewa ini kepadanya. Aku tidak hanya menyiapkan perayaan itu dengan berdoa novena, tetapi juga secara pribadi memberi hormat kepadanya seribu kali setiap hari, berdoa seribu “Salam Maria” selama sembilan hari penuh….Walaupun saya harus mengakui bahwa hal itu membutuhkan banyak perhatian dan usaha, namun tidak ada yang “terlalu banyak” untuk menghormati Perawan Suci. Pada penglihatan tentang sang Bunda, Santa Maria Faustina menuliskan dalam buku hariannya, no, 330: “Aku tidak hanya Ratu Surga, aku juga Ibu segala rahmat, dan ibumu.”

Singkatnya, alasan pertama mengapa kita menyebut Maria Bunda Kerahiman adalah bahwa oleh karena kasih karunia Allah yang khusus, istimewa, dianugerahkan sebelumnya tanpa diminta, menjadikan Bunda Maria mahakarya ciptaan Allah yang menunjukkan kerahiman-Nya. Rahmat khusus di dalam diri Bunda Maria ini menjadi dasar seluruh karya kerahiman Allah  kepada manusia melalui Yesus Kristus, Sang Putera. Segala sesuatu di dalam dan tentang Bunda Maria merupakan karya Ilahi dan untuk karya-karya kerahiman. Oleh karena itu tidak ada pribadi lain selain Bunda Maria yang sungguh-sungguh menyatakan kemurahan hati Tuhan.

Belas kasihan atau kerahiman dalam bahasa Ibrani adalah rahamin (rehem), yang berarti rahim ibu. Kemurahan hati Tuhan dapat dianalogikan bagaikan kehangatan seorang ibu, cinta tanpa syarat, intim, memelihara dan menghidupkan, yang dilambangkan dengan rahim seorang ibu. Kemurahan hati Tuhan pastilah lembut dan penuh kasih sayang, memberikan kehidupan dan sangat diperlukan oleh siapa saja. Tuhan memilih Maria untuk mengungkapkan kasihNya kepada kita. Kita sangat membutuhkan Bunda Maria. Untuk sampai kepada Tuhan Yesus kita memerlukan Bunda Maria. Tuhan telah memberikan kepada kita seorang ibu, seperti ditulis di dalam Kitab Suci, di kaki salib, Tuhan Yesus berkata kepada muridNya tercinta, Rasul Yohanes: “Inilah Ibumu!”, dan Dia berkata kepada Maria: “Inilah anakmu!” (Yoh. 19:27). Bunda Maria mampu berdiri teguh di kaki salib, kemurahan hati yang penuh kasih merupakan cinta yang paling kuat. Karena kemurahan hati yang penuh kasih kita mampu bertahan memikul salib; mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Ribuan kali kita membutuhkan cinta yang begitu kuat dari Bunda Maria dalam kehidupan kita. Dalam gambar “pieta” dilukiskan dengan sangat apik, Bunda Maria memegang jenazah Yesus, tangan kiri kecil dan feminine, tetapi tangan kanannya berada di bawah tubuh Yesus, menopangnya. Artinya bahwa kasih Maria itu lembut dan feminin, namun juga kuat dan kokoh. Melambangkan cinta yang tidak pernah menyerah. Santo Paulus mengatakan bahwa kasih itu percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan menanggung segala sesuatu, demikian juga Rahmat Allah.

Bunda Maria mengajak kita untuk bertumbuh dalam iman sekaligus bertumbuh dalam kemurahan hati, dalam kerahiman. Teguh dalam iman namun lembut dan murah hati terhadap sesama dan diri sendiri, lebih-lebih kepada mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel, dan yang sedang mengalami kesulitan. Kita hendaknya menjadi semakin lebih bermurah hati dan sekaligus menjadi lebih mengampuni karena semakin besarnya cintakasih yang kita miliki. Kerahiman mengajak kita untuk mengasihi dan mengampuni siapa pun juga termasuk “musuh” dan “pembenci” kita (yang tentu saja tidak selalu mudah untuk melakukannya!). Bunda penuh kerahiman juga mengajak kita untuk menjadi pribadi penuh cinta dan pengampun, melepaskan diri dari perasaan marah, dendam, benci, dan tindak kekerasan. Kita juga membutuhkan belaskasih Allah yang Maharahim, sehingga kita dapat menjadi penyalur kerahiman bagi orang-orang di sekitar kita. Melalui Bunda Maria penuh Kerahiman kita merindukan kuasa kerahiman Allah kepada kita, membuka mata hati dan jiwa kita bahwa kita membutuhkan belas kasih Allah,  mengalaminya dan kemudian menebarkannya ke dunia sekitar di mana semakin terkikis semangat belas kasih dan pengampunan.

Bersama Bunda Maria penuh Kerahiman kita diajak untuk membagikan kemurahan hati penuh cinta Allah kepada sesama. Dalam Lukas 6:36 Tuhan bersabda: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Kita semua diajak untuk menjadi alat-Nya menebarkan kemurahan hati seperti Bapa yang murah hati kepada kita dan sesama kita.  Orang lain dapat mengalami rahmat Tuhan melalui panggilan dan cara hidup kita masing-masing. Kita menjadi penyalur rahmat kemurahan hati penuh cinta Allah kepada orang lain.

Kemurahan hati biasanya dikaitkan dengan perbuatan baik, kelembutan hati, menghargai orang lain. Kita mampu bermurah hati karena kita menerima anugerah kemurahan hati Tuhan yang telah menyelamatkan kita. Rasa syukur atas anugerah itu menggerakkan kita untuk juga bersikap murah hati terhadap orang lain. Bermurah hati berarti kita siap sedia menerima dan memaafkan kesalahan orang lain, mengampuni dengan tulus tanpa dibayangi rasa dendam, sakit hati, kemarahan, dan juga luka batin. Bermurah hati merupakan tindakan yang tulus sebab tidak mengungkit-ungkit tindakah salah yang telah berlalu. Kemurahan hati merupakan kasih yang ditunjukkan dengan tindakan nyata, mau memberi dan membantu orang lain, tindakan kedermawanan dan tidak kikir. Perhatian penuh ada kebutuhan-kebutuhan orang lain lebih-lebih tanpa diminta adalah tindakan kemurahan hati. Kehadiran diri dengan seluruh waktu dan hati yang terbuka, dengan penuh cinta, itulah kemurahan hati yang sejati, yang terdalam. Datang dengan harta yang paling berharga yaitu hati yang penuh dengan pengertian dan cinta yang tanpa syarat.

Marilah kita meneladan Maria Bunda Kerahiman dengan semakin mengalami kemurahan hati dan kerahiman Allah dan kemudian menebarkan budaya cintakasih dan pengampunan pada dunia sekitar kita. Kokoh dalam iman, sekaligus lembut dalam tindakan pada sesama, bermurah hati dan menjadi pengampun, yang akan membangun dunia sekitar kita penuh dengan kedamaian. Budayakan tindakan kasih dan pengampunan dan enyahkan budaya kekerasan, dendam dan kebencian yang hanya akan memecahbelah dan merusak tatanan kehidupan yang menyelamatkan.

 

Salam Maria Bunda Kerahiman,

Theodorus Riyanto FIC








^:^ : IP 54.224.43.96 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2017  http://brothers-fic.org//