GENERAL COUNCIL F.I.C. - Prins Bisschopsingel 22, 6211 JX Maastricht, The Netherlands  Phone: *31 (0) 43 3508373
Saturday, October 21 2017  - 5 User Online  
HOMEGUESTBOOKCONTACT USFORUM 



17.12.2015 15:48:56 2754x read.
INDONESIA
News from Indonesia Province, December 2015.

Yth. Para Bruder dan Frater.        
di KOMUNITAS.  
Salam kasih persaudaraan,
Pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan “Santa Perawan Maria Terkandung Tak Bernoda” (Ineffabilis Deus). Empat tahun setelah pengajaran yang diberikan oleh Paus Pius IX, Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes, Perancis (1858). Penampakan Bunda Maria di Lourdes (di grotto Massabielle) terjadi selama 18 kali kepada Bernadette Soubirous, seorang gadis desa yang yang waktu itu berumur 14 tahun. Penampakan Bunda Maria di Lourdes ini sudah diakui oleh Gereja Katolik sebagai penampakan yang otentik. Dalam penampakan itu (penampakan ke-16), Bunda Maria menyatakan dirinya sebagai “Perawan yang dikandung tanpa noda dosa” the Immaculate Conception kepada Bernadette yang pada waktu itu tidak memahami makna “the Immaculate Conception“, terutama karena ia adalah gadis desa yang buta huruf. Pernyataan dari Bunda Maria ini mengkonfirmasikan ajaran dari Bapa Paus Pius IX.   
Berkaitan dengan dogma “Santa Perawan Maria Terkandung Tak Bernoda”, kita bisa menemukan informasi dalam Sejarah Kongregasi. Dituliskan demikian, “Pada akhir bulan November 1854 untuk ketiga kalinya Pastor Rutten bertolak ke Roma. Sebagai pecinta Bunda Maria, ia merasa perlu menghadiri suatu peristiwa yang amat besar artinya bagi seluruh Gereja Katolik. Maka pada tanggal 8 Desember 1854 Pastor Rutten berada di tengah-tengah ribuan umat di Gereja Santo Petrus pada saat Bapa Paus Pius IX mempermaklumkan Dogma , “Santa Perawan Maria Terkandung Tak Bernoda”. Segala susah payah yang dialaminya selama perjalanan yang jauh dan sulit pada musim dingin itu, dilupakannya karena rasa syukur dan gembira, bahwa ia boleh hadir di pusat Gereja Katolik pada saat pemberian gelar mulia itu kepada Bunda Maria.”   
Merayakan Hari Pelindung Kongregasi, kita diundang untuk menegaskan Identitas Diri kita sebagai putra-putra Maria. Marilah kita memperjuangkan kembali apa yang menjadi penegasan Br. Bernardus dalam sambutan 25 tahun berdirinya kongregasi dengan menghayati apa yang sudah menjadi kesepakatan kita dalam Peraturan Lokal, dan apa yang diminta oleh Konstitusi dan Statuta Kongregasi/Provinsi. Br. Bernardus menegaskan, “Marilah kita tunjukkan melalui sikap hidup kita dengan menghayati Regula Suci dan peraturan pelaksanaannya, bahwa kita semua adalah putra-putra sejati dari Kongregasi Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda dan kita seharusnya tidak boleh gentar sedikitpun... “   
Pada tanggal 8 Desember 2015, selain kita merayakan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Gereja mengajak kita untuk memulai dengan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi.  Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi akan dimulai tanggal 8 Desember 2015, dan akan berlangsung hingga 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Melalui moto Yubileum Kerahiman Illahi, “Merciful like the Father” (Maharahim seperti Bapa) kita semua diundang untuk mengikuti contoh kerahiman Allah. Kita diminta untuk tidak menghakimi atau menyalahkan tetapi sebaliknya memberikan kasih dan pengampunan bagi sesama kita, terutama bagi sesama bruder sekomunitas dan seunit kerasulan. Kesaksian hidup kita akan nampak dalam aspek saling mengampuni sesama bruder kita.   


DOWNLOAD FILE





^:^ : IP 23.20.86.177 : 3 ms   
BROTHERS FIC
 © 2017  http://brothers-fic.org//